Islam

[Catatan Ramadhan] Belajar memuliakan ahli ilmu dari seorang Nenek

بسم الله الر حمن الر حيم

Tanyakan pada diri,

Seberapa ta’dzim (hormat) kah kita terhadap ustadz/ustadzah ataupun mereka yang kita banyak mengambil ilmu darinya?
Sudahkah kita betul-betul memuliakan mereka?

Jangan-jangan jika selama ini, ilmu yang kita pelajari rasanya susah didapatkan atau ilmu itu justru menjadikan kita orang yang berbangga dengannya, bisa jadi ada yang salah dengan kita dalam memperlakukan ilmu dan ahli ilmu.

Allah-Taala-Meninggikan-Derajat-Ulama-Jangan-Kau-RendahkanSumber gambar di sini Continue reading “[Catatan Ramadhan] Belajar memuliakan ahli ilmu dari seorang Nenek”

Islam

Sya’ban : Merindumu, Masjid

بسم الله الر حمن الر حيم

Saat perjalanan pulang, dalam sebuah angkutan umum tanpa sengaja perhatian ana tiba-tiba tertuju pada stiker yang tertempel di pintu kendaraan. “Sopir dan Mobil ini terasa mendapat Rahmat saat membawa remaja masjid, orang tua remaja masjid, pendukung remaja masjid, dan orang yang hatinya condong ke masjid.” Untaian nasihat yang menjadi sinyal bagi ana pribadi agar segera kembali ke masjid di tengah ketertiduran yang cukup lama. Yassarallah..

images 1

Continue reading “Sya’ban : Merindumu, Masjid”

Islam

Sya’ban : Merajut kembali Iman yang Pernah Terurai

بسم الله الر حمن الر حيم

… Demi Allah, bukan kemiskinan yang aku khawatirkan akan menimpa diri kalian. Akan tetapi, aku khawatir jika dunia ini dibentangkan untuk kalian sebagaimana ia dibentangkan untuk orang-orang sebelum kalian sehingga kalian berlomba sebagaimana mereka berlomba, dan akhirnya kalian hancur sebagaimana mereka hancur.”
(Hadits riwayat Muslim (2961) dan al-Bukhari (6425), dan Ibnu Abi ad-Dunya dalam kitab tentang Zuhud hal. 73)
Lafadz lengkap hadist ini bisa dilihat pada link berikut

1400 tahun silam,  Nabiyullah Muhammad صلى الله عليه و سلم  telah memberikan kita peringatan akan satu hal yang pasti terjadi jika menimpa diri. Karena peringataan tersebut bersumber dari wahyu. Aku khawatir jika dunia ini dibentangkan untuk kalian.
Continue reading “Sya’ban : Merajut kembali Iman yang Pernah Terurai”

Islam

Asma’ binti Yazid, teladan dalam Menuntut Ilmu

بسم الله الر حمن الر حيم

Pernah dalam sebuah kajian, al-ustadz menyampaikan perkataan dari ibunda ‘Aisyah radhiyallahu’anha yang memuji para sahabiyah Anshar,

”Sebaik-baik wanita adalah wanita Anshar, mereka tidaklah terhalang oleh rasa malu untuk mendalami urusan agama.”

Semenjak kalimat ini ana dapatkan, alhamdulillah sejak saat itu ana coba untuk aplikasikan. Dulu sempat bertanya-tanya, siapa saja sahabiyah Anshar yang memiliki kemuliaan tersebut. Namun sayang, ketika itu baru hanya sebatas pertanyaan saja tanpa kemudian ana tergerak untuk mencarinya lebih jauh. Maklum karena dulu ana belum begitu memahami dan menyadari betapa pentingnya mempelajari siroh (sejarah). Dan alhamdulillah hari ini ana menemukan sebuah nama, Asma’ binti Yazid. Continue reading “Asma’ binti Yazid, teladan dalam Menuntut Ilmu”

Islam

Perempuan adalah Rahim Peradaban

بسم الله الر حمن الر حيم

“Perempuan adalah Rahim Peradaban”
Sebuah kalimat yang ana pinjam dari tulisan saudari fillah, yang dimuat pada halaman ini.

Rahim sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Allah Ta’ala, “Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina (mani), kemudian Kami letakkan ia dalam tempat yang kokoh (rahim), sampai waktu yang ditentukan, lalu Kami tentukan (bentuknya), maka (Kamilah) sebaik-baik yang menentukan.” Al-Mursalat (77): 20-23, ia adalah tempat yang begitu kokoh. Saking kokohnya, organ tersebut masyaAllah bisa menampung beban lebih dari 6 kg tanpa ada bagian yang robek sedikitpun. Alhamdulillah ana pernah menyaksikan langsung perempuan yang membawa ke mana-mana lebih dari 6 kg ini bersama dirinya, ibu dengan kehamilan triplet.

Ketika seorang perempuan, sebagaimana yang ana tuliskan pada judul di atas dianalogikan layaknya sebuah rahim, maka tentu kita akan memahami bahwa seperti itulah  seharusnya. Ia harus kuat dalam berbagai kondisi agar bisa mengemban sebuah amanah yang kelak menjadi pertanggungjawabannya. Jika sifat kekokohan ini memudar, maka tentu tak kan pernah lahir jiwa-jiwa yang dinanti oleh peradaban. Sebagaimana rahim ketika terjadi berbagai gangguan dan ia tak mampu melakukan koping, maka ancaman abortus (keguguran) akan menjadi skenario berikutnya yang mungkin terjadi pada apa yang telah dipersiapkan. Continue reading “Perempuan adalah Rahim Peradaban”