Islam

Jangan mau jadi “biasa-biasa saja” [amalnya]

بسم الله الر حمن الر حيم

Kita harus memiliki amalan andalan. Jangan amalan kita, semuanya biasa-biasa saja.

Penggalan kalimat ini disampaikan al-ustadz, dengan dibuka oleh kalimat Nabi yang menceritakan tentang gambaran pintu-pintu syurga di hadapan para sahabat. Ketika itu Nabi menyampaikan bahwa syurga memiliki 8 pintu, di mana kelak masing-masing pintu akan dimasuki oleh orang-orang yang dahulu sewaktu mereka hidup gemar melakukan amalan tersebut. Setiap pintu akan memanggil mereka yang senantiasa istiqomah menjalankan ibadah tersebut. Seperti ada pintu Ar-rayyan, yang diperuntukkan khusus bagi mereka yang gemar berpuasa, ada pintu shadaqah bagi mereka yang semasa hidupnya rajin shadaqah. Lalu sahabat Abu Bakar pun bertanya,”Ya Rasulullah, apakah ada orang yang akan dipanggil dari semua pintu tersebut?” Rasulullah pun menjawab,”Ada. Dan aku berharap engkap termasuk dari golongan mereka.” Lafadz lengkap hadist dapat dilihat pada link berikut

Continue reading “Jangan mau jadi “biasa-biasa saja” [amalnya]”

Advertisements
Islam

Bertemu, [pasti] Jodoh

بسم الله الر حمن الر حيم

[Caution ! Karena judul akan memiliki banyak persepsi bagi yang meresapi. Dan karena judul tak mesti sama dengan isi. Karenanya, tafadhal  ditelusuri  hingga kata terhenti.]

Terkadang Allah seperti memperjalankan kita untuk menjumpai  sesuatu yang teramat diharapkan, akan tetapi sejatinya perjalanan itu bukanlah bertujuan  untuk hal tersebut.

WhatsApp Image 2017-09-28 at 08.08.31(1)

Sebab ternyata di luar pengetahuan kita, sang Maha Pemilik Perencanaan terbaik tengah mempersiapkan sesuatu yang lain, maka mungkin saja ini adalah akhir perjalanan ana untuk menjumpai yang dicari-cari.

*** Continue reading “Bertemu, [pasti] Jodoh”

Islam

Mustahil Istiqomah [If]

بسم الله الر حمن الر حيم

“Mereka yang melakukan suatu kebaikan, jika motivasinya adalah akhirat, maka tentu akan istiqomah. Begitu pula sebaliknya. Jika kebaikan itu dilatarbelakangi oleh motivasi ad-dunya, maka … “
-Ust. Hidayatullah, MA

Beberapa waktu yang lalu, ana pernah berazzaam untuk mencoba meninggalkan semua aktifitas di sosial media. Banyak hal yang terjadi kenapa  ana memunculkan keputusan tersebut. Salah satu dari sekian alasan yang ada ialah untuk menghindari fitnah dunia. Ana betul-betul merasakan betapa dahsyatnya fitnah yang tersebar di sosial media, yang bahkan rasanya sulit untuk dibendung, terutama fitnah syahwat. Begitu banyak hal-hal yang dengan mudah menggerogoti keimanan kita secara diam, perlahan mematikan. Astaghfirullah… Namun, ana tidak memungkiri bahwa sosial media pun kini telah menjadi tunggangan  para aktivis dakwah yang MasyaAllah memberikan pengaruh luar biasa, terutama di kalangan para pemuda. Tidak sedikit kita menjumpai saudara-saudara kita yang  mulai berhijrah, berawal dari postingan dakwah sosial media. Alhamdulillah… Continue reading “Mustahil Istiqomah [If]”

Islam

Karena orang Minang [harus] tau Syekh Yasin Al-Fadani

بسم الله الر حمن الر حيم

“Jika masjid dan kajian sudah mulai dipenuhi oleh syabab (para pemuda), maka insyaAllah masa depan Indonesia nantinya akan cerah.”
Serempak gemuruh lafadz AMIN pun meloncat keluar melewati lisan yang di-mention (syabab)

Beberapa kali alhamdulillah ana pernah mendengar kalimat yang sejenis melalui penuturan  Ustadz Budi  pada rekaman kajian beliau. Dan setiap itu pula ada semacam rasa yang menyusup masuk ke dalam diri, yang kemudian kembali memantik semangat ke-Islam-an ana. Namun kali ini, kalimat tersebut terasa lebih berbeda. Apa yang disampaikan oleh Bapak Mahyeldi Ansharullah, Walikota Padang, di hadapan ratusan umat saat itu, tanpa disadari memberikan pengaruh yang begitu luar biasa dari pada biasanya. Dan tak sedikit, tertangkap pula mata yang dipenuhi embun dari para pemuda yang hadir. Continue reading “Karena orang Minang [harus] tau Syekh Yasin Al-Fadani”

Islam

Generasi Penerus Amrah binti Abdurrahman. Siap?

بسم الله الر حمن الر حيم

Alhamdulillah dengan izin Allah ‘azza wa jalla, hari ini telah lahir ke dunia, bidadari ke dua dari salah seorang gurunda.  Dari broadcast yang beliau sampaikan melalui jejaring sosial, ada sesuatu yang menarik yang kemudian membuat ana kepo dan langsung menelusurinya lebih jauh, hehe…  Kepo dengan sosok dibalik nama yang sebelumnya belum pernah ana dengar, tetapi  feeling berkata, beliau pernah hadir pada masa-masa awal keberadaan Islam. ‘Amrah adalah nama yang gurunda beserta suami pilihkan untuk putri ke dua mereka. Continue reading “Generasi Penerus Amrah binti Abdurrahman. Siap?”

Islam

Kematian tanpa Kompromi

بسم الله الر حمن الر حيم

” Sungguh, kematian bukanlah sesuatu yang dapat dikompromikan.
Sesuatu yang tak dapat menanti, meski kita memohon dengan sangat perpanjangan waktu barang sebentar “

Ba’da subuh hari ini, sebuah kabar duka mengejutkan kami sekeluarga.  Pengurus masjid mengudarakan kabar bahwa ada salah seorang dari warga kami yang meninggal dunia. Namun, ana tidak berpikir bahwa yang dimaksud adalah fulanah. Kabar yang tak disangka-sangka datang dari salah seorang tetangga persis berada di hadapan rumah kami. Innalillahi wa innailaihi roji’uun. Fulanah, beliau yang masih jelas dalam penglihatan dan ingatan ana merupakan sosok yang selalu hadir di masjid selama bulan Ramadhan. Bahkan kemarin, beliau masih mendirikan shalat maghrib berjama’ah di masjid. Dan kini, beliaupun akan kembali ke masjid, melangkah ke masjid. Akan tetapi bukan untuk mendirikan shalat, namun dishalatkan. Bukan melangkah menggunakan kaki beliau sendiri, namun ditopang di atas pembaringan terakhir. Allahumma fir laha warhamha, wa’aafiha, wa’fu ‘anha.. Continue reading “Kematian tanpa Kompromi”

Islam

Frekuensi yang Tak lagi Sama

بسم الله الر حمن الر حيم

Ruh itu seperti tentara. Ada sandi di antara mereka.Jika sandi telah dikenali, tak perlu banyak lagi yang diketahui. Cukup itu saja. Mereka akan bersepakat. Mereka adalah sekawan dan sepihak. Mereka akan bergerak untuk satu tujuan yang diyakini. Jadi apakah yang menjadi sandi di antara para ruh? Iman. Tentu saja. Kadar-kadarnya akan menerbitkan gelombang frekuensi yang sama . Jika tak serupa, jika sandinya tidak diterima, ia telah berbeda dan sejak awal tak hendak menyatu.
– Ust. Salim A. Fillah

Kutipan ini ana jumpai pada salah satu tulisan al-ustadz yang bertemakan tentang pernikahan. Namun, barisan kalimat tersebut ana rasa tidak hanya berlaku ketika kita mencoba menemukan kesejiwaan pada calon teman hidup saja. Dalam interaksi di kehidupan sehari-hari pun kita butuh kesejiwaan.
Continue reading “Frekuensi yang Tak lagi Sama”