Islam

Kematian tanpa Kompromi

بسم الله الر حمن الر حيم

” Sungguh, kematian bukanlah sesuatu yang dapat dikompromikan.
Sesuatu yang tak dapat menanti, meski kita memohon dengan sangat perpanjangan waktu barang sebentar “

Ba’da subuh hari ini, sebuah kabar duka mengejutkan kami sekeluarga.  Pengurus masjid mengudarakan kabar bahwa ada salah seorang dari warga kami yang meninggal dunia. Namun, ana tidak berpikir bahwa yang dimaksud adalah fulanah. Kabar yang tak disangka-sangka datang dari salah seorang tetangga persis berada di hadapan rumah kami. Innalillahi wa innailaihi roji’uun. Fulanah, beliau yang masih jelas dalam penglihatan dan ingatan ana merupakan sosok yang selalu hadir di masjid selama bulan Ramadhan. Bahkan kemarin, beliau masih mendirikan shalat maghrib berjama’ah di masjid. Dan kini, beliaupun akan kembali ke masjid, melangkah ke masjid. Akan tetapi bukan untuk mendirikan shalat, namun dishalatkan. Bukan melangkah menggunakan kaki beliau sendiri, namun ditopang di atas pembaringan terakhir. Allahumma fir laha warhamha, wa’aafiha, wa’fu ‘anha..

BeF2UtNCMAAR1FdSumber gambar di sini

Beberapa hari yang lalu, seusai menghadiri akad nikah seorang teman (qadarullah tidak dapat hadir tepat pada waktunya), ana bersama seorang teman yang lain tak sengaja larut dalam sebuah diskusi. Alhamdulillah, banyak hal yang kami perbincangkan kala itu, mulai dari komunitas, gerakan, pekerjaan, hingga masalah jodoh. Dari pembicaraan tersebut, ana mendapatkan banyak sekali ilmu dan nasihat. Salah satu nasihat yang disampaikan oleh teman ana, sebelum kemudian kami melanjutkan perjalanan pulang, kira-kira redaksinya seperti berikut :

Kita mungkin terlalu disibukkan dengan hal-hal yang sebetulnya tidak harus menempati porsi besar dalam pemikiran, yang ujung-ujungnya membuat kita begitu khawatir. Padahal, ada hal lain yang selayaknya lebih kita pikirkan dan persiapkan, yaitu kematian.

Seusia kita mungkin memang selalu digalaukan tentang perkara jodoh. Namun pernahkah terpikir, jangan-jangan usia kita tidak sampai mengantarkan kita pada jenjang pernikahan.  Jangan-jangan kita sudah mati sebelum bertemu dengan jodoh. Maka, perlu kembali diingat-ingat, apa tujuan kita diciptakan. Bukankah untuk kembali kepadaNya?

***

Sungguh saudari fillah, setiap kita pasti akan merasakan mati. Hari ini, mungkin kita mendengar nama fulan/fulanah yang disebut-sebut telah menjumpai ajalnya. Namun, suatu hari nanti saatnya giliran kita. Yah, nama kita…

Bukittinggi, 12 Syawwal 1438 H

Advertisements

3 thoughts on “Kematian tanpa Kompromi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s