Islam

[Catatan Ramadhan] Kebaikan 6 Pemuda, Semoga Berpahala

بسم الله الر حمن الر حيم

Ramadhan kali ini ada hal yang secara tak sengaja tiba-tiba hadir dan membuat begitu penasaran sedari awal. Mungkin bukanlah sesuatu yang penting. Tetapi anehnya ia cukup bisa menarik perhatian ana setiap kali terbangun dari kematian sementara. Alhamdulillah pada hari ke 20 Ramadhan ini, semua rasa penasaran itu terjawab.

***

Setiap bulan Ramadhan ada satu aktifitas yang di beberapa daerah masih terus berjalan, yakni hadirnya sekumpulan anak muda atau anak-anak yang berkeliling rumah penduduk untuk membangunkan sahur. Aktifitas ini alhamdulillah juga masih terus membumi di daerah tempat ana tinggal dan menjadi salah satu hal yang selalu dirindukan pada saat Ramadhan.

Nah dini hari mendekati fajar pada hari ini, tiba-tiba ana begitu ingin melihat langsung aktifitas para pemuda atau anak-anak yang selalu istiqomah melakukan hal tersebut selama bulan Ramadhan. Sebetulnya tidak ada niat khusus. Tetapi alhamdulillah kali ini ana sudah terbangun sebelum mereka melewati rumah dan tiba-tiba saja terlintas untuk mengakhiri rasa penasaran itu.

Biasanya para pemuda tersebut akan lewat di depan rumah sebanyak 2 kali, yaitu 1,5 jam dan 1 jam sebelum waktu sahur berakhir. Dan benar, hari ini pun sama. Mereka  melintas tepat pada pukul 3.35 dan 3.48 WIB. Ketika suara tabuhan galon dan sejenisnya mulai tertangkap oleh pendengaran, ana kemudian langsung mematikan lampu kamar dan mengambil posisi bersiap mengintip dari balik jendela. [Trik supaya tidak ketahuan sedang memata-matai, hahaha…] Suara-suara itu kian menggelegar. Ana semakin penasaran berapa orang jumlah pemuda pagi ini. Ternyata, mereka hanya berjumlah 6 orang.  6 orang pemuda yang serasa ditemani oleh berpuluh jiwa. Mereka tampak berjalan kaki mengitari gang-gang rumah tanpa  lelah, tercermin dari frekuensi nada suara yang tetap semangat hingga ke ujung.

12187776_1217540538263468_6070875688175591772_nSumber gambar di sini

Kita tentu tidak tahu apa yang ada dalam pemikiran mereka, apa yang membuat mereka tergerak, tetapi yang pasti ana menangkap ada sebuah kebaikan di sana. Di saat orang-orang masih terlelap, mereka telah bangun dan begegas berkeliling untuk membangunkan kita. Mereka tidak merasa lelah jika harus berjalan jauh pada waktu dini hari, saat dinginnya udara bisa merasuk hingga tulang. Mungkin saja tidak ada bayaran atau tawaran nominal tinggi bagi mereka untuk melakukan hal tersebut. Hanya bermodalkan rasa kepedulian akan sesama. Sesuatu yang mungkin terlihat kecil di mata kita. Namun ingat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkata pada Jabir bin Sulaim,

Janganlah meremehkan kebaikan sedikit pun walau hanya berbicara kepada saudaramu dengan wajah yang tersenyum kepadanya. Amalan tersebut adalah bagian dari kebajikan.” (HR. Abu Daud no. 4084 dan Tirmidzi no. 2722. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Al Hafizh Ibnu Hajar menyatakan bahwa hadits ini shahih).

Hadist ini dikutip pada link berikut  

Dari apa yang telah dilakukan oleh para pemuda itu, ana mengambil pelajaran bahwa kebaikan itu tidak berbatas. Apapun bisa menjadikan kebaikan dan wasilah bagi kita untuk mendulang pahala. Semoga kebaikan 6 pemuda tersebut, berbuah pahala.

Bukittinggi, 20 Ramadhan 1438 H

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s