بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Kali ini ana ingin sedikit mengulas tentang suatu bahasan yang sudah sering dibahas oleh para ahli ilmu

Salah satu cara untuk meredam kegelisahan ialah dengan datang menghadapkan diri ke tempat-tempat di mana di sana Allah menurunkan sakinahnya. Majelis Ilmu

Kita tidak bisa menyanggah bahwa teknologi memang memberikan pengaruh dalam dakwah Islam. Antum tentu bisa merasakannya. Ketika ada hal yang belum dipahami, dengan mudahnya kita bisa bertanya pada ustadz/guru yang membina sebuah grup diskusi Islam melalui aplikasi yang tersedia di smartphone. Ketika tak bisa menghadiri kajian di sebuah masjid  karena kesibukan dan sebagainya, tidak butuh waktu lama, antum bisa mendapatkan rekaman video kajian yang baru saja usai. Kesemuanya ini mungkin hampir pernah dialami dan dilakukan oleh muslimin,termasuk diri ana pribadi. Jika dihitung, bisa saja perbandingan frekuensi meraih ilmu langsung datang ke masjid jauh lebih sedikit dibandingkan dengan mendengarkan melalui video yang telah di download ataupun membaca beberapa artikel dan tulisan. Dan melalui video,ana akui jauh lebih sering ana lakukan untuk beberapa alasan yang tak seharusnya dijadikan alasan.

Pagi tadi setelah sekian waktu,ana kembali mendatangi sebuah kajian rutin yang sudah lama tak dihadiri. Dan subhanallah,memang jauh berbeda ana rasakan ketika fisik kita hadir dalam majelis ilmu dari pada menatap dan mendengar melalui layar laptop. Ada sakinah yang begitu kuat dengan hadirnya beribu malaikat yang menaungi.

“Tidaklah suatu kaum berjumpa di suatu rumah dari rumah-rumah Allah, mereka membaca Kitabullah, dan mempelajarinya di antara mereka, kecuali ketenangan turun kepada mereka, rahmat meliputi majelisnya, para Malaikat menaungi mereka, dan Allah menyebut-nyebut mereka dengan bangga di depan malaikat-malaikat yang ada di sisiNya.” (H.R. Muslim).
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/09/24/23127/cantiknya-lingkaran-ini/#ixzz4GYsgpjsH

Banyak sekali keutamaan yang bisa kita dapatkan ketika hadir dalam majelis ilmu dan itu sedikit diperoleh jika hanya mengandalkan alternative pilihan kedua. Perlu digaris bawahi, ana bukan mengatakan bahwa menggali ilmu melalui media tidak baik. Tapi akan jauh lebih baik ketika kita bisa belajar langsung dalam majelis di mana di sana dibacakan ayat-ayat Allah. Alasannya  seperti yang ana kemukakan di atas, itu yang pertama. Kemudian yang kedua,ana ingin bertanya terlebih dahulu,kira-kira apa yang ingin kita dapatkan dalam mempelajari suatu hal?

Untuk menjawab pertanyaan ini, ternyata ibunda Imam Malik telah memberikan formulanya

Imam Malik rahimahullahu mengisahkan,
“Aku berkata kepada ibuku, ‘Aku akan pergi untuk belajar.’ Ibuku berkata,‘Kemarilah!, Pakailah pakaian ilmu!’ Lalu ibuku memakaikan aku mismarah (suatu jenis pakaian) dan meletakkan peci di kepalaku, kemudian memakaikan sorban di atas peci itu. Setelah itu dia berpesan, ‘Sekarang, pergilah untuk belajar!’ Dia juga pernah mengatakan, ‘Pergilah kepada Rabi’ah (guru Imam Malik, pen)! Pelajarilah adabnya sebelum engkau pelajari ilmunya!’.” (‘Audatul Hijaab 2/207, Muhammad Ahmad Al-Muqaddam, Dar Ibul Jauzi, Kairo, cet. Ke-1, 1426 H, Asy-Syamilah)
Sumber: https://muslim.or.id/23489-pelajari-dahulu-adab-dan-akhlaknya-baru-ilmunya.html

Dalam perjalanan mengambil sebuah ilmu, ternyata hal yang pertama yang harus kita pelajari adalah adab dan akhlak guru/ustadz kita,barulah kemudian ilmu. Tidak akan sempurna kita mengambil sebuah pembelajaran tentang adab tanpa bertatap muka langsung dengan guru/ustad kita, menurut sudut pandang ana. Dan yang ana rasakan seperti itu,ana lebih mudah mencontoh adab dan akhlak guru/ustadz ketika ana bisa melihat secara langsung.Wallahu’alam

Semoga yang sedikit ini bisa menjadi pembelajaran dan peringatan terkhusus bagi diri ana agar tidak bermalas-malasan menghadiri majelis ilmu.

Kemudahan yang diberikan oleh Allah melalui teknologi tak seharusnya melenakan kita untuk menjemput berjuta keutaman di taman-taman syurga majelis ilmu.

4 Dzulqo’dah 1437H
Surabaya