بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

27 Sya’ban 1437 H
Alhamdulillah,tak terasa segenap rindu yang mengendap, ‘kan segera terbalas. Dan hanya dalam hitungan beberapa waktu, yang disebut-sebut itupun ‘kan kembali menampakan diri.Ramadhan

***

Ramadhan selalu menyuguhkan warna yang berbeda setiap waktu. Ia akan memberikan cerita menarik untuk diabadikan dalam kenangan. Begitu pula lah yang ana rasakan pada bulan Ramadhan tahun lalu. Qadarullah, hingga saat akan berjumpa dengan Ramadhan 1437 H, ana masih belum sempat berbagi kisah pada bulan Ramadhan tahun lalu yang subhanallah setiap detailnya masih tertata rapi dan meninggalkan bekas dalam relung hati. Tentang Siroh nabawi dan Drama  kehidupan Rasulullah bersama adik-adik di TPQ.

Mengenang apa yang pernah menjadi memori, pada Ramadhan tahun ini ana pun berazzam untuk menghiasinya dengan sesuatu yang lebih baik lagi bersama adik-adik di TPQ. Adik-adik yang semakin hari subhanallah luar biasa,semoga Allah menjaga kalian semua. Amin… Banyak hal yang melintas dan mendaftarkan diri menjadi proyek Ramadhan kami. Dan Siroh Nabawi kembali menjadi favorit adik-adik, karena setiap kita pasti ingin terus mengetahui tentang orang yang kita cintai,kan? Semoga kegiatan yang sama bisa kami realisasikan mengingat Qadarullah Ramadhan tahun ini ana harus menyelesaikan satu lagi tugas keprofesian di salah satu rumah sakit.

Berbicara tentang siroh, ia pun menjadi resolusi pribadi ana selama Ramadhan tahun ini. Begitu banyak sekali buku siroh yang belum terbaca namun terbeli #penyakit diri yang belum juga sembuh. 

20160602_215551

Buku-buku di atas beberapa ada yang telah berbulan lalu terpajang di rak, bahkan ada yang telah bertahun dan belum tersentuh sedikit pun isinya,astaghfirullah… 

Menjadikan siroh sepanjang Ramadhan, apa tidak membosankan?

Mungkin pertanyaan demikian sempat terbesit di hati. Membosankan? Iya, jika kita belum mencinta. Iya, jika kita belum tau bagaimana menikmatinya. Selama ini,mungkin ketika membahas tentang sejarah atau membaca sejarah, kita hanya  disajikan urutan waktu dan peristiwa, yang bagi sebagian orang akan terasa membosankan. Bukankah begitu pengalaman yang antum dan antunna rasakan selama belajar sejarah di bangku pendidikan? Jika iya,berarti kita memiliki kesamaan kisah😀 Hingga pada akhirnya,ketika ana bertemu dengan ustadz Budi dan menyelami setiap kajian beliau,ana pun tersadar bahwa ternyata begitu banyak hikmah yang terselip dalam setiap lembaran sejarah,terkhusus sejarah kehidupan orang yang paling mulia di Bumi Allah ini,karena sejarah bukan hanya tentang urutan waktu dan peristiwa. Sebuah pertanyaan dulu sekali pernah dilontarkan mbak Tika kepada ana :

Ketika ingin pintar memasak,kemana kita harus belajar? Koki rumah makan Padang,hehe. Ketika ingin menjadi pesepak bola,kemana kita harus belajar? Pesepak bola profesional tentunya. Nah,ketika ingin masuk syurga,kemana kita harus belajar? Jawabanya kepada orang yang telah digaransi pintu syurga terbuka untuknya. Siapa mereka? Rasulullah dan para sahabat yang terpilih.

Jika ingin memasuki syurga,maka tunggangi akhlak mereka dan telusuri kehidupan mereka! Dan bagaimana kita bisa tahu tentang kehidupan mereka? Baca siroh-sejarah mereka! Itulah yang insyaAllah membuat ana jatuh  cinta padanya. Ana sarankan agar antum dan antunna mendengarkan beberapa kajian ustadz Budi,pakar sejarah Islam. Dan rasakan, antum dan antunna akan tertampar-tampar jika sampai hari ini belum juga melirik sejarah (siroh nabawi,siroh sahabat,siroh sahabiyah,dan siroh masa keemasan Islam)#pengalaman pribadi

***

Alhamdulillah ‘ala kulli haal,ini lah resolusi ana untuk Ramadhan yang akan menjelang,bagaimana dengan mu?

Alhamdulillah tulisan ini juga telah memenuhi janji ana tentang kenapa kita perlu belajar sejarah,ya? Akhirul kalam, persiapkanlah diri kita sebaik-baiknya untuk Ramadhan, jangan biarkan ia datang dan berlalu tanpa kita bisa merasakan wangi syurga yang kian mendekat. Fastabiqul khairat!🙂

 والله أعلم

diselesaikan di Bumi Allah
11.26 PM