بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Kita sebagai muslim seharusnya banyak bersyukur diberikan sebuah sumber yang keotentikannya dijamin hingga akhir zaman. Sebuah sumber yang masyaAllah terhimpun seluruh konsep kehidupan,ketika hal tersebut baru ditemukan oleh ilmu pengetahuan. Beratus tahun yang lalu, ia telah membicarakannya. Dan bahkan hari ini ,ketika ilmu pengetahuan belum menemukannya, ia telah membahasnya secara detail. Al-Qur’an dan Sunnah!

Kira-kira begitulah sejumlah kalimat yang telah berulang ana dengar dari seseorang yang masyaAllah ana begitu banyak belajar dari beliau, ustadz Budi Ashari,Lc hafizahullah : pakar sejarah islam,parenting Nabawiyah,pendidikan (Kuttab Al-Fatih). Sejak pertama kali ana dikenalkan pada kajian-kajian beliau oleh mbak Tika,kira-kira sudah hampir 2 tahun yang lalu, sejak saat itu ana dibuat terpana dan bertanya-tanya pada diri,”Kemana saja selama ini,sehingga Al-qur’an terlupakan?” Beliau hadir dengan sebuah konsep yang pernah ada yang sebetulnya setiap kita memiliki sumber tersebut. Namun,kita terlalu sibuk mencari konsep ke sana-sini dan melupakan sesuatu yang jauh lebih sangat berharga di hadapan mata. Al-Qur’an dan Sunnah!

Dari Konsep parenting nabawiyah yang beliau munculkan, sudah cukup rasanya memberikan suatu tamparan bagi diri ini untuk kembali terjaga. Belum lagi bagaimana paparan beliau tentang sejarah islam sebagai blue print dalam menjalankan hidup ini. InsyaAllah nanti akan coba ana tuliskan bagaimana sejarah itu sangat penting untuk kita pahami. Karena sejarah merupakan hal yang sangat menarik, bahkan bagi orang yang tidak menyukai sejarah sama sekali,seperti ana dulunya.

Berawal dari konsep pendidkan,Kuttab, yang dulu pernah ada pada zaman kebesaran Islam (silahkan teman-teman yang bergelut dalam dunia pendidikan menggalinya lebih dalam), ana jadi berpikir bahwa Al-qur’an pasti juga memiliki konsep hamil dan bersalin. Dan masyaAllah,selang beberapa waktu ana pun lagi-lagi menemukan konsep tersebut melalui Ustadz Budi. Kali ini  rasanya bukan hanya tertampar,tapi dihempaskan dari tempat yang begitu tinggi. Tahu rasanya bagaimana? Menurut ana begitu sakit walaupun belum pernah mencobanya🙂

Sebagai seseorang yang memiliki latar belakang kesehatan,ana begitu malu. Malu kenapa yang ana rujuk pertama kali adalah teori-teori yang sewaktu waktu bisa berubah, bukannya Al-Qur’an dan hadist Rasulullah صلی اللہ علیہ وسلم. Astaghfirullah…

Pelajarilah ilmu pengetahuan sehebat-hebatnya manusia. Tapi, jangan angkuh. Supaya,  ilmu pengetahuan itu diletakkan di bawah frame wahyu
– Ust. Budi Ashari

Qadarullah,ketika konsep itu telah ada,episode selanjutnya seakan Allah ingin menuntun ana untuk belajar lebih detail tentang penerapan konsep ini. Pertemuan dengan seorang bidan muslimah,Bu Mugi Rahayu dalam sebuah pelatihan persalinan Maryam,menjadi awal keasadaran ana,bahwa menjadi seorang Bidan merupakan sebuah anugerah yang luar biasa. Di sana terbuka lebar jalan untuk berdakwah dan memuliakan sunnah. MasyaAllah…

Persalinan Maryam  mengajarkan begitu banyak ilmu bagaimana mengawal kehamilan dan persalinan sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan sunnah. Oleh karenanya, Insyaallah,pada tulisan kali ini ana ingin berbagi sedikit ilmu yang masih terindera dari apa yang telah ana dapatkan. Gabungan dua pemikiran dari mereka yang luar biasa. Semoga Allah memudahkan jalan mereka ke jannah,amin…

images

Berbicara tentang kehamilan dan persalianan, di dalam Al-qur’an, Allah memberikan satu contoh keluarga, bukan dari kalangan Nabi,namun keluarga ini diabadikan namanya dalam Al-qur’an-Ali ‘imran (Keluarga Imran), sebagai role model dalam menghadapi proses kehamilan dan persalinan berdasarkan wahyu. Insyaallah dengan keterbatasan ilmu yang dimiliki,ana akan coba sedikit membahas bagaimana istimewanya keluarga ini.

Bismillah,kita awali dengan sebuah doa dari istrinya ‘Imran ketika beliau tengah mengandung

“(Ingatlah) ketika istri ‘Imran berkata,”Ya Tuhanku, sesungguhnya aku bernazar kepada-Mu,apabila (janin) yang dalam kandungan ku (kelak) menjadi hamba yang mengabdi (kepada-Mu), maka terimalah (nazar itu) dariku. Sungguh,Engkau lah Yang Maha Mendengar,Maha Mengetahui.”
Ali ‘Imran (3):35

Masyaallah dari satu ayat ini, ada sebuah pelajaran berharga bagi ibu yang sedang hamil,yaitu… Harus banyak-banyak mendo’akan kebaikan untuk janin yang dikandungnya, sebagaimana ibunda nya Maryam. Insyaallah teman-teman sudah paham bagaimana kekuatan do’a seorang ibu yang bisa langsung menembus langit ke tujuh. Subhanallah.. Dari sebuah penelitian,’afwan ana lupa sumbernya, memaparkan bahwa bayi yang ada di dalam kandungan sangat peka sekali terhadap suara, terkhusus suara ibunya.  Jadi,poin pertama dari konsep hamil dalam Islam ialah : Perbanyaklah do’a ketika hamil ya Umm

Selanjutnya tentang nutrisi selama hamil. Ada beberapa makanan sunnah yang dianjurkan bagi ibu hamil, diantaranya buah Kurma,minyak zaitun,madu,buah delima,anggur,pisang, dan jahe.Kali ini ana akan membahas salah satu diantaranya saja,Kurma. Tentang buah padang pasir ini, tentu telah banyak sekali para ilmuan yang meneliti tentang kandungan dan manfaatnya bagi tubuh kita, terutama ibu hamil. Insyaallah teman-teman bisa menemukan jurnalnya (khususnya di jurnal obgyne),silahkan di browsing. Salah satu manfaat kurma ialah ia dapat meningkatkan kadar haemoglobin (Hb) dalam darah. Pemberian kurma 7 butir sehari atau setara dengan 100gr pernah dilakukan oleh bu Mugi terhadap pasien beliau yang memiliki kadar Hb 9gr%, Alhamdulillah ala kulli hal,dalam waktu 1 atau 2 bulan (‘afwan ana lupa rentang waktu yang disebutkan beliau saat pelatihan) kadar Hb ibu hamil tersebut pun meningkat menjadi 11gr% (kadar Hb normal ibu hamil lebih dari 10,5gr%). Mungkin teman-teman bertanya,kenapa beliau menganjurkan untuk mengonsumsi sebanyak 7 butir? Ada yang pernah membaca hadist berikut :

Dalam Shahih Al-Bukhari  (No. 5769) dan Shahih Muslim (No. 2047), diriwayatkan hadist dari sahabat Sa’ad bin Abi waqqash, dari Nabi  صلی اللہ علیہ وسلم bahwa beliau bersabda, “Barangsiapa mengonsumsi tujuh butir kurma Ajwah pada pagi hari, maka pada hari itu ia tidak akan terkena racun maupun sihir.”

Sungguh di dalam diri Rasulullah صلی اللہ علیہ وسلم terdapat uswatun hasanah. Kalau kita pernah membaca sejarah, sepanjang hidup Rasulullah صلی اللہ علیہ وسلم, beliau tidak pernah sakit yang begitu parah dan berhari-hari. Beliau adalah manusia yang paling sehat. Bayangkan ketika Perang Uhud yang terjadi pada tahun ke 3 Hijriah, salah satu perang yang tidak bisa tidak,kita akan meneteskan air mata,  Rasulullah صلی اللہ علیہ وسلم ikut bertempur dan memimpin pasukan. Dan teman-teman tahu, pada saat itu usia Rasulullah صلی اللہ علیہ وسلم sudah memasuki kira-kira 55 tahun dengan kondisi fisik yang masih sehat dan bugar. MasyaAllah… Jadi,poin kedua kembali pada konsep hamil dalam islam ialah : Konsumsi 7 butir kurma setiap pagi hari. Sehat dan Sunnah ! Untuk buah yang lainnya,’afwan ana belum bisa berbagi ilmu.

Alhamdulillah…Konsep kehamilan dalam Islam selanjutnya,insyaallah akan ana tuliskan pada tulisan berikutnya mengingat sudah waktunya tidur,hehe… Ingat,Rasulullah pernah mengajarkan untuk tidur di awal waktu,setelah shalat isya

“Bahwasanya Rasulullah membenci tidur malam sebelum (sholat isya) dan berbincang-bincang (yang tidak bermanfaat) setelahnya.”
(HR. Al-Bukhari No. 568 dan Muslim N0.647[235])

Next,insyaAllah ana akan mencoba membahas tentang manfaat gerakan shalat selama hamil

 والله أعلم

diselesaikan pada 4 Sya’ban 1437 H
26 hari menuju Ramadhan

Sumber :
– Al-qur’anul Karim
– Hadist Nabi صلی اللہ علیہ وسلم
– Kajian Ust. Budi Ashari,Lc
– Pelatihan persalinan Maryam oleh bu Bidan Mugi Rahayu,Amd.Keb,S.Fil
– Analisa pemikiran ana yang masih sangat terbatas