بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Jangan pernah bertanya apa yang akan Dakwah berikan terhadap kita. Tapi bertanyalah, apa yang sudah kita berikan untuk Dakwah
-Ust. Syafiq Riza Basalamah

Setiap langkah terasa memberat
Ingin rasanya menumpahkan segenap bahasa hati yang berkelebat
Terpejam
begitulah satu-satunya cara untuk meredam

Kadang begitu iri sekali dengan mereka yang mengikrarkan diri bersama-sama dalam nafas dakwah. Mereka terikat pada satu organisasi yang mewadahi bendungan semangat untuk mensyiarkan agama Islam. Ketika ada satu tangan yang mulai lelah, akan ada tangan yang lain menguatkan. Ketika langkah mulai terhenti, akan ada yang menyemangati untuk kembali berlari. MasyaAllah begitu beruntungnya.

Ana memang bukanlah seseorang yang memahami bagaimana seharusnya kita membentuk suatu gerakan dakwah. Bukanlah orang yang menyukai untuk mengambil bagian dalam sebuah organisasi. Berjalan sendiri lebih ana nikmati. Bukan karena apa atau kenapa.

Dalam setiap langkah ana selalu meraba-raba. Namun semangat tetap menjadi teman yang paling setia. Dan itu pula lah yang mengokohkan pijakan ini untuk tetap menelusuri jalan cinta para pejuang. Tapi, ana sadar, sebatang lidi tak kan pernah bisa untuk membersihkan debu-debu yang telah menebal. Ia membutuhkan kawan sehingga memiliki kekuatan yang tak mudah dipatahkan.

images_(7)[1]

Ana berharap suatu saat nanti bisa berbagi semua ini denganmu. Berbagi lelah yang tak pantas untuk kita tanyai sampai kapan ini akan berakhir

Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan, dan diguncang (dengan berbagai cobaan) , sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, “Kapankah datang pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.
Al-baqarah(2) : 214

8 Rajab 1437 H
Sidoarjo