بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

3 Dzulqa’dah 1436 H
Alhamdulillah, dengan rahmatNya segala kebaikan menjadi sempurna

Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
Al-Ahzab (33) : 59

Saudariku, sekarang  banyak sekali kalangan yang menyuarakan tentang kebebasan bagi perempuan.  Tak tanggung-tanggung bahkan mereka juga melontarkan sebuah pernyataan yang maaf menyakiti kita para muslimah, mereka katakan jilbab/kerudung itu mengekang kebebasan perempuan. Naudzubillahi mindzalik… Tapi sayang mata mereka tertutup oleh satu kebenaran mutlak bahwa ternyata kebebasan yang mereka maksud lah yang justru menghancurkan dan melemparkan perempuan jatuh pada titik yang sama pada zaman jahilyah yang pernah ada,hina sehina-hinanya. Astagfirullah…

Dan sungguh amat disayangkan, tak sedikit saudari kita yang termakan dengan kata-kata kebebasan yang mereka koarkan. Mereka mengumbar aurat di depan lelaki yang bukan mahramnya. Ya Rabb.. Kini kebebasan itu dibungkus dengan lebih cantik lagi. Mereka menamainya persis sama dengan apa yang diperintahkan oleh Rabb kita. Tapi sejatinya  justru menjauhkan kita dari makna hijab yang sesungguhnya.

Saudariku, ku ingin mengajakmu untuk merenungkan sebuah hadist dari seseorang yang insyaAllah menunggu kita di telaga Al-kautsarnya, yang akan memberikan kita minum dengan tangannya sendiri, Muhammad صلی اللہ علیہ وسلم

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu beliau berkata bahwa Rasulullah bersabda, “Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat. (1) Suatu kaum yang memiliki campuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan (2) para wanita yang berpakainan tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal baunya dapat tercium dari jarak sekian dan sekian.”
(HR. Muslim no.2128)

Tanyakan pada hati ini,
tidakkah kita ingin mencium aroma surga?

Jika sampai sekarang kita masih enggan menutupi apa yang diperintahkan oleh Rabb yang menciptakan kita, dengan cara apa lagi kita bisa dijauhkan dari nerakaNya? Astagfirullah..

Ketika kita berjalan-jalan ke sebuah toko buku untuk melihat-lihat dan membaca beberapa  eksamplar yang tidak berbungkus plastik. Kemudian saat akan memilih dan membelinya, insyaAllah kita akan mengambil buku yang sama namun terbungkus oleh plastik. bukan? Nah, hal yang kecil ini saja, sudah memberikan bukti pada kita yang mungkin baru kita sadari  bahwa setiap kita memiliki kecenderungan untuk memilih sesuatu yang masih tertutup. Tidak hanya sampai di sana. Ketika berada di rumah, setelah plastik pembungkus dibuka, buku itupun kemudian kembali  kita lapisi dengan plastik atau kertas agar jika terkena kotoran tidak langsung mengenai bagian dari buku tersebut. Bukan kah begitu saudariku?

Dan sungguh anologi di atas menggambarkan bagaimana seorang perempuan muslimah. Kecantikannya tidak akan tertutup ketika ia menghijabi diri dengan sempurna. Justru hijab membuat kemilauanya semakin bercahaya dan mudah dikenali sebagai seorang muslimah. #Aku berhijab,aku dikenali, aku dilindungi. Saksikanlah bahwa aku seorang muslimah

tumblr_n9b0pyCxHY1tnswmco1_1280

Sebagai penutup tulisan kali ini, aku jadi teringat ust. Adi Hidayat pernah menuturkan  dalam salah satu kajian beliau yang kira-kira berbunyi seperti ini : “Jika setiap lelaki muslim memahami makna hijab bagi perempuan, insyaAllah tidak akan ada muslimah yang diganggu. Karena apa? Karena ketika lelaki muslim mendapati muslimah yang berhijab, maka jatuh kewajiban bagi mereka untuk melindungi muslimah tersebut. Wajib baginya untuk melindungi dari setiap gangguan dan bahaya.”

Masyaallah betapa indah syariat Allah,
ketika kita betul-betul memahaminya, saudariku

 والله أعلم