Bismillahirrahmanirrahim..

28 Februari 2015
17.41

Za.. itu pendaftaran grup w.a bimbingan Islam kan? *** lah join

Sahabat pernah kah engkau merasakan bagaimana kebahagian seorang yang kehilangan unta,lalu tiba-tiba unta itu kembali dengan sendirinya? Subhanallah,aku pun merasakan seberkas cahaya kebahagian yang luar biasa samanya

Dari Abu Hamzah Anas bin Malik Al-Anshariy berkata,Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya Allah gembira menerima tobat hambaNya,melebihi kegembiraan seseorang di antara kalian ketika menemukan kembali untanya yang hilang di padang yang luas”
(Muttafaq’Alaih)

Dalam riwayat Imam Muslim,bahkan disebutkan bahwa  karena saking gembiranya,orang yang menemukan untanya itu kembali,keliru mengucapkan kalimat “Ya Allah,Engkau adalah hambaku dan aku adalah Tuhan-mu” yang mana seharusnya “Ya Allah,Engkau adalah Tuhanku dan aku adalah hambamu.”🙂

Sore itu,sebuah w.a dari seorang sahabat yang sudah luaamaaa sekali tak pernah berjumpa wajah,bahkan terkadang sebingkis sapaan ringan melalui jejaring sosial pun sangat jarang kukirimkan padanya,tiba-tiba ia hadir melalui bahasa tulisannya dan membuatku tak henti tersenyum dan berucap syukur. Cahaya Islam telah kembali menerangi hatinyaAlhamdulillah,semoga engkau selalu dimudahkan di jalan cinta ini,saudaraku.

Selamat datang di jalan cinta Para Pejuang🙂

28486-Heart-Shaped-Flowers

Sahabat,kadang kita tidak tahu ya,mungkin saja kitalah sang perantara yang ditunjuk oleh Rabb yang Maha Agung. Kitalah yang menjembatani saudara dan saudari kita untuk menjemput hidayahnya. Kita,yang Alhamdulillah diberikan kesempatan terlebih dahulu untuk mencicipi manisnya iman.

Namun,menjadi sang perantara,terkadang kita harus memiliki kesabaran dan usaha yang lebih agar apa yang dititipkan oleh Nya dapat disentuh oleh saudara dan saudari kita. Betulkah begitu sang perantara? Tak hanya sekali,namun harus berkali kali. #Loh maksudnya gimana? Nah,misalnya seperti ini, pernah kah sahabat ketika mengirimkan sebuah hadist,potongan ayat Al-qur’an,atau taujih,atau mungkin kata-kata motivasi yang diniatkan Lillahi ta’ala sebagai bentuk dakwahmu kepada teman-teman,tapi terkadang No Respone? Berkali-kali kadang kita kirimkan hadiah sederhana ini,dan hasilnya pun sama🙂 Inilah yang ku maksud dengan usaha yang lebih. Nah,di luar pengetahuan sang perantara,di situlah Allah mulai memberikan tetesan madu hidayahnya pada sang pencari. Maksudnya gimana lagi Za? Begini,mungkin bagi kita yang mencoba berbagi sedikit ilmu yang dimiliki,terkadang merasa apa yang selama ini kita lakukan,karena tidak ada respone, menganggap bahwasanya di ujung sana tidak terjadi perubahan apa-apa. Namun subhanallah, ternyata di balik diam nya teman-teman kita dan di balik ketidakresponan yang terlihat oleh kita,mereka tengah berproses,sahabat . Allahu akbar! Teman-teman kita tengah mulai menata langkah menapaki jalan cintaNya.

tumblr_muh4ihpsdb1so650ro1_500

Masya Allah… Sahabat,banyak sekali rasanya yang ingin keluar dari bibir ini dan ingin ku bekukan dalam tulisan. Saking banyaknya,hingga membuat penyusunan dalam tulisan ini pun acak-acakan. Bingung ingin menuliskan yang mana terlebih dahulu dan bagaimana sistematikanya. -_- Sahabat pembaca,jangan ikutan bingung ya,hehe😀 Jadi intinya,kali ini aku ingin sedikit berbagi bersama para sahabat,khususnya pengemban dakwah (sang perantara),yang semoga saja hal ini bisa menjadi pengingat bagi kita suatu hari nanti kala terlupa🙂

Sahabatku,jangan pernah berhenti untuk melanjutkan estafet perjuangan ini ya.. Jika kadang lelah menghampiri,maka ingatlah bagaimana dulu Rasulullah dicaci,dihina,bahkan dikatakan gila hanya karena beliau menyampaikan risalah cinta dari Rabb nya. Ingatlah bagaimana perjuangan para sahabat yang hingga harus meneteskan darah untuk memastikan kalimat “Asyhadu al laailaa haillallah,wa Asyhadu anna Muhammadur Rasulullah” bersemayam dalam setiap kalbu. Dan ingatlah bahwa di luar sana,banyak saudara kita yang membutuhkan sentuhan tanganmu untuk menariknya kembali pada fitrah saat awal penciptaan. Sebagaimana kita dulu pernah berada pada titik yang sama

Aku jadi teringat dengan sebuah percakapanku dengan seorang teman di kala malam yang gelap dan hanya ada cahaya lilin yang menerangi (bukan lebay ya,tapi ini sungguhan😀 )

“Mbak,aku pengin menjadi lebih baik mbak. Tapi,kadang aku merasa minder saat gabung dengan teman-teman ku yang pemahaman agamanya bagus mbak. Aku merasa sedikit sekali ilmunya dibanding mereka. Jadinya… “

Nah inilah satu hal lagi sahabat. Pengingat untuk diri kita. Dari percakapan dengan seorang teman itu,aku baru sadar dan paham bagaimana sudut pandang teman-teman yang masih dalam proses pencarian. Dulunya aku juga pernah merasakan hal yang sama🙂. Mereka merasa minder,takut ditolak jika mendekat,dan menganggap kita,yang memiliki pemahaman lebih terhadap ilmu agama itu “ekslusif”.

“Teman-teman,jangan pernah kita menganggap kalau diri kita itu ekslusif. Maunya berteman dengan teman-teman yang sudah paham saja. Berteman dengan teman-teman yang lainnya,ndak mau. Kita tidak boleh seperti itu,teman-teman. Karena apa? Karena itu akan memberikan gambaran negative bagi teman-teman kita yang belum paham tentang Islam.”pesan mbak Elvy pada suatu sore🙂

Sahabat,memang di dalam Islam,kita diajarkan untuk berhati-hati dalam memilih teman. Karena perumpamaan teman yang baik itu seperti kita berteman dengan seorang penjual minyak wangi,yang meskipun kita tidak membeli wewangiannya,namun kita akan kebagian wanginya. Dan perumpamaan teman yang buruk itu seperti kita berteman dengan seorang pandai besi. Yang apinya sewaktu-waktu bisa saja membakar baju kita. Dan Rasulullah,Muhammad SAW pun dalam hadist beliau yang lain pernah bersabda bahwa,”Agama seseorang itu berada di bawah agama temannya.” Nah,namun dua hadist ini bukan berarti mengajarkan kita anti pati terhadap teman-teman yang langkahnya mungkin sekarang belum beriringan dengan kita,sahabat. Silahkan kita berteman dengan siapa saja,karena mungkin langkah yang dulunya belum beriringan, suatu ketika bisa menjadi sama,saat kita terus menarik tangannya,mempercepat langkahnya🙂

Tapi.. #Wah dari tadi kebanyakan tapi dan namun. Hahaha… Tapi,ini yang terakhir kok😀
Islam itu jelas antara hitam dan putih,tidak ada yang abu-abu. Begitu mbak Tika pernah mengingatkanku. Kita boleh saja memilih untuk mencoba membersihkan kembali mutiara yang terbenam dalam lautan lumpur. Tapi hati-hati jangan sampai kita juga ikut terbenam dalam lautan lumpur itu. Karena,ketika orang melihat sebagian tubuh kita terkena lumpur,maka mereka akan mengira bahwa kita adalah bagian dari lumpur tersebut. Begitulah analoginya kira-kira sahabat.

***

Semoga yang sedikit ini,bisa menjadi pelajaran yang berharga bagi kita,sang perantara,terkhusus diriku. Dan untuk teman-teman yang tengah berjuang di jalan cinta para pejuang,jangan pernah berhenti ya. Ketika teman-teman merasa lelah,ingatlah bahwa di sini insyaAllah masih ada tangan yang siap untuk menarikmu untuk kembali melangkah menuju cintaNya

bicycle-bucket-field-flora-flower-Favim.com-149074

Sebagai closing,mengutip perkataan dari seorang teman #eh beberapa orang teman ding.
Untuk mu para pejuang di jalan cintanya

“Hidayah itu tidak ditunggui bro,tapi dijemput.
Begitu juga dengan jodoh. Tidak ditunggu tapi dijemput.
Menjemput jodoh? Bagaimana caranya?
Ya.. Dijemput dengan Bismillah disudahi dengan Alhamdulillah.”

Nb : baris kedua hingga akhir mulai ngaur. Haha…