Lebih kurang 1 jam,sembari menunggu hasil download an dan ditemani hujan yang menguapkan aroma khas dedaunan,pikiranku melayang meraba begitu banyak nikmat bahagia yang telah dianugerahkan Allah kepadaku. Alhamdulillah. Fabi ayyi alaaaa irabbikuma tukadzibaan?

cute-flower-garden-green-Favim.com-608799

Masih dengan sedikit gerimis yang membasahi bumi. Karena ceritanya download an ku sudah selesai, tepat pukul 3.00 pm,akupun meninggalkan kampus tercinta yang telah memberikan layanan internet gratis. Makasih ya bapak/Ibu😀

Dan lagi bahagia itu sederhana
Sebagaimana banyak penulis telah menulis kan pada tulisannya. Bahagia itu sederhana sesederhana senyumanmu pada seseorang yang mungkin tidak kau kenal,namun dengan lembutnya ia berucap,”Mau pulang mbak? Hati-hati ya! Masih hujan,ndok.” sebagai balasan senyuman sederhana itu. Kadang bukan uang yang kita beri lah yang membuat mereka bahagia. Namun sapaan dan senyuman lembut yang tulus,itu yang membuat mereka lebih bahagia dari pada uang. Bahagia itu memang sederhana :)

Di mini market (lagi)
Kenapa ke mini market lagi? -_- Begini… Ceritanya itu ada satu hal lagi yang lupa dibeli. Jadinya kembali lagi deh ke sini😀 Nah Sahabat,mungkin lagi-lagi jodoh ya. Qadarullah,kalau tadi bertemu dengan adiknya di mini market,kali ini aku bertemu dengan kakaknya,Ayu. Seperti Izza,Ayu lah yang terlebih dahulu mencium aroma ku dan memberikan sapaan. Entah kenapa ya sahabat,selalu ketika melihat Ayu aku merasakan rindu yang begitu mendalam. Entah magnet jenis apa yang ada dalam dirinya sehingga membuat diriku secara reflek memeluknya,

”Mbak Riza kangen sama Ayu.”

Berkali kalimat ini ku ucapkan padanya dengan pelukan. Namun,sahabat bisa mengira bagaimana respon Ayu? Ya..Dengan ke cool annya yang kadang-kadang timbul,ia hanya membalas dengan senyuman  dan gelak tawa kecil -_- Mungkin ia merasa aneh ya dengan tingkahku. #Seperti kerinduan seorang ibu yang baru saja menemukan anak nya yang hilang,namun anaknya biasa saja. haha.. Begitulah kira-kira interaksi yang terjadi di antara kami ketika itu. Ayu,si pemilik hati terlembut

Next…
Perjalanan silaturrahmi itupun tak terhenti sampai di sana

Setelah meluapkan kerinduan pada Ayu,aku pun kemudian meneruskan perjalanan ke rumahnya Bu Ifa. Sahabat,Bu ifa ini adalah salah satu pengajar di Al-kautsar. Namun beberapa bulan ini,beliau begitu disibukkan dengan pekerjaan. Sehingga,alhasil untuk sementara waktu,Bu Ifa absen dari kegiatan mengajar di Al-kautsar. Nah,karena sudah lumayan lama tidak bertemu,akupun memutuskan untuk berkunjung ke rumahnya Bunda Azmi ini. Pertemuan dengan Bu ifa yang hanya beberapa menit itu memberikan ku satu pelajaran yang teramat berharga,yaitu bagaimana kita memuliakan tamu. Bu Ifa yang selalu berupaya membuatku nyaman ketika bersama beliau. Subhanallah..#Makasih ya Bu,kami tunggu kedatangan Ibu kembali di Al-kautsar

Setelah ke Bu Ifa,ke siapa lagi ya??
Eh aku sempat terlupa sahabat,ternyata aku juga berkunjung ke rumahnya Bila sebelum meluncur ke kampus. Menyampaikan amanah yang belum sempat kuberikan padanya. Tapi karena Bila nya sedang tidak berada di rumah,kata mbah Bila lagi ke Malang,jadinya amanah itu kudiamkan lagi di kontrakkan. Semoga tidak terlupa saat bertemu lagi nanti dengannya. Amin…

Masih di gang yang sama dengan rumahnya Bu ifa,aku pun kemudian berkunjung ke rumah Ayu (bukan Ayu yang tadi ya sahabat. Namun Ayu satunya lagi,hehe). Memasuki gang menuju rumah Ayu yang berada paling ujung,dari kejauhan aku menangkap 2 wajah yang tidak asing bagiku. Itu kan Annas dan Aldi #gumamku.. Akupun mempercepat langkah menuju mereka. Namun apa yang terjadi sahabat? Ya,betul sekali! Semakin aku mendekat,semakin mereka mendeteksi keberadaanku,mereka malah kabur. #Loh kenapa? Apa aku begitu mengerikannya Annas,Aldi?  Aku sempat bingung,kenapa mereka kabur. Tapi untungnya mereka kabur ke rumah yang ku tuju,haha.. #Hayoo…Mau lari kemana lagi?😀

“Aldi,tolong panggilin mbak Ayu ya?”
“Ayu nya lagi keluar mbak.”
“Oalah.. iya ndak papa Bu.“
“Eh Aldi loh kok sombong banget Di sama mbak Riza.”
Sengaja kulontarkan kalimat ini,karena terang saja sewaktu aku ngobrol sama ibu,mereka bertiga (Aldi,Annas dan tambahannya Zaki) malah bersembunyi di balik jendela. Siapa yang ndak bête. Aku kan bukannya mau memakan mereka. Haduh… Aldi,Annas,Zaki,kalian itu pemalu banget. Lebih pemalu dari yang namanya calon pengantin #eh

book-butterfly-cute-flower-love-Favim.com-123884

Ya Sudahlah…
Mari kita lanjutkan perjalanan ke rumah dia yang ku tau amat menyayangiku. Siapa lagi kalau bukan Rexy Ranggalawe alias Rangga😀 Sahabat,kebetulan rumahnya Rangga berhadapan dengan rumahnya Nisa,dua anak yang hampir 3 bulan ini membersamaiku di Al-kautsar. Jadinya karena ketika itu,ketika aku berada persis tepat ditengah-tengah rumahnya Rangga dan Nisa,ternyata ada seorang gadis kecil yang tengah asyik menyapu,sepupunya Nisa. Oleh sebab itulah,akupun memutuskan untuk bertemu dengan Nisa terlebih dahulu.

“Mbak Nisa nya ada?”
“Ada,sebentar ya mbak”

Dan beberapa detik kemudian…

“Eh mbak Riza,ndak praktek mbak?”
“Iya Nis,tapi sekarang mbak jadwalnya libur.”
“Ooo…”
“Sudah terima rapor? Gimana bagus?”
“Hmm.. ndak mbak. Eh bagus.. Eh ndak tau mbak. Eh iya bagus-bagus.”
Haha.. Nisa.. Nisa.. Ini mana yang benar ya???

“Oh iya,mbak Riza dari mana?”
“Habis jalan-jalan Nisa.”
“Jalan-jalan ke mana mbak?”
“Jalan putar-putar gang Kedung Sroko dan kampus Nis.”😀
“Oalah… hahaha…”
“Eh mas Ito mana Nis?”
“Itu ada di dalam mbak.”
“Oh tidur ya?”
“Iya mbak.”

Ah Ito  -_- mestilah setiap kali aku berkunjung ke rumahnya,informasi yang kudapatkan “Mas Ito nya tidur mbak.” Hmm.. ketika itu alasanya “Kecapek an mbak habis goes”. Nah kali ini apa lagi ya alasannya.. -_- Bagi sahabat yang belum pernah mengenal Ito,baikalah akan ku perkenalkan. Ia adalah kakaknya Nisa dan juga pengajar di Al-kautsar. Pernah ya,ketika aku baru beberapa minggu di Al-kautsar,sebelum aku mengenal Nisa,aku sempat bertanya pada Ito tentang Nisa,dikarenakan mereka sering pulang bersama. Ceritanya waktu itu lagi kepo-kepo nya

“Ito ini siapa?”
“Pacarku mbak😀 !”

Dengan bangga dan tanpa rasa bersalah ia memberi jawaban atas pertanyaanku -_- Ito.. Ito.. Adik sendiri coba… Awas aja -_-
Begitulah ito. Kadang serius,kadang begitu jahil

Dan selanjutnya,yang ditunggu-tunggu…
Beberapa kali aku mencoba mengetuk pintu rumahnya. Namun tidak ada jawaban. Mungkin lagi liburan ya sama keluarga #pikirku. Sedikit kekecewaan mulai menghiasi hatiku.

“Eh mbak Riza!”
“Iyaaaa Rangga…”

Alhamdulillah,ternyata Rangga ada di rumah. Kerinduan pada sosok yang menjadi mata-mata di kelas selama kepergianku,akhirnya terbayar sudah. Tapi Rangga loh kok perasaan malu-malu ya,tidak seperti ketika nge-line ku,hahaha… Yah… Setidaknya dia tidak kabur dan bersembunyi dibalik jendela seperti 3 pendekar di atas -_-

Nah,begitulah perjalanan panjang silaturrahmi ku dari ba’da zuhur hingga ashr,sahabat. Eh masih ada lanjutannya sih😀 Terakhir ke rumahnya mbak Tutus menjelang magrib sepulang dari kampus B. Sekedar bertemu sebentar karena sudah mendekati magrib . Dan  tiba-tiba saja handphone ku berbunyi. Incoming call…

***

Favim.com-contrast-cute-flower-gerberas-728404

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah menyambung silaturrahmi.”
(HR. Bukhari)