Bismillahirrahmanirrahim

Sabtu,27 Desemeber 2014

Di hari libur jaga puskesmas…
Setelah memperbincangkan beberapa hal dan mendengarkan kakak yang jauh di sana muroja’ah,tiba-tiba saja virus kemalasan menyerang pertahanan tubuhku. Dampak yang ditimbulkan dari virus tersebut tentu tidak hanya membuatku tak kuasa melakukan aktivitas. Namun yang paling berbahaya adalah ia akan membuatku terlelap dan setelah itu bangun-bangun aku akan menyesali,”Kenapa ya tadi tidur?”. #tapi tidak sepenuhnya juga menyesali,kadang menikmati juga,haha…

Kira-kira saat itu menunjukkan pukul 11.00 waktu Surabaya,masih berkomunikasi via telpon dengan si kakak yang ceritanya aku mengeluhkan kemalasan yang tengah bertengger di tubuhku. Dan sahabat tahu bagaimana respon si kakak. Wuih..Langsung ketika aku mengatakan,”Yah mbak.. Kan sudah selesai semua beres-beres dan lain-lain. Trus mau ngapain lagi? Yaudah tiduran aja😀 “ Serasa diterjang gelombang tsunami,si kakak pun menasehati ku agar jangan suka malas-malasan,walaupun sudah selesai,toh banyak yang masih bisa dikerjakan. Akupun kemudian langsung melek lagi. Iya benar juga kata si kakak.

Dan tiba-tiba muncul lah sebuah ide…
 “Bagaimana kalau hari ini silaturrahmi ke teman-teman Al-kautsar saja ya.
It seems a good idea.”

Maaf ya sahabat,terlalu banyak pendahuluan,hehe.. Jadi intinya itu kali ini aku ingin berbagi sedikit cerita manis kegiatan silaturrahmiku. Yang ternyata… Silaturrahami itu menyenangkan ya?😀

Rasulullah saw pernah ditanya oleh seorang sahabat, “Wahai Rasulullah kabarkanlah kepadaku amal yang dapat memasukkan aku ke surga”. Rasulullah menjawab; “Engkau menyembah Allah, jangan menyekutukan-Nya dengan segala sesuatu, engkau dirikan shalat, tunaikan zakat dan engkau menyambung silaturahmi”. (HR. Bukhari)

the_cute_flowers___flower_pictures

Ba’da zuhur
Nah sahabat  tujuan pertama ku ialah mengunjungi Difa. Difa yang beberapa hari sebelum keberangkatanku ke Gresik sempat mengirimkan pesan singkat yang inti dari pesan tersebut membuatku merasa sangat bersalah padanya. Semoga saja kedatanganku dapat menyembuhkan sedikit kekecewaan yang secara tersirat tersampaikan melaui pesan singkat yang dikirimnya.

“Mbak Ijaaaaa…”
“Eh,mbak Rizaaaa…”
sorak gadis kecil yang memiliki nama persis sama denganku yang kemudian langsung memelukku. Seperti anak yang bertemu dengan ibunda,hahaha…
“Mbak Ija lagi ngapain?”
“Lagi main. Mbak Riza ngapain ke sini?”
“Mbak Riza mau ke rumahnya mbak DIfa. Mbak Ija tau di mana rumahnya mbak Difa?”
“Tau mbak! Sini tak anter.”

Mbak Ija yang waktu itu asyik bermain bersama temannya #mbak Riza minta maaf sekali ya sayang. mbak Riza lupa namamu. Tiap kali mengajar di rumah mbak Ija,mesti si gadis cantik teman mbak Ija ini,yang juga adiknya Revan-salah satu  anak di Al-kautsar,selalu menyambutku ketika berpapasan di jalan. Dia yang pernah berucap ke mbak Ija,”Rija,bunda mu itu seharusnya Bu Riza. Kan nama mu sama dengan bu Riza.” Hahaha,ada-ada saja. #Satu hal yang selalu kuingat dari yang terlupa namanya😦 Next,Bersama mbak Ija dan temannya,aku diantar menuju rumahnya Difa. Sahabat tahu,beberapa saat saja saat kami akan berangkat,tiba-tiba saja mas Vany dan teman-temannya yang berjumlah lebih kurang 3 apa 4 ya,lupa hehe.. mendekat ke arah kami. Dan jadilah keberangkatan pun tertunda,disebabkan karena mereka heboh dan berebut saling bercerita dan bertanya,yang membuatku bingung harus mendengar yang mana dulu.Fiuh…#Namanya juga anak-anak ya?🙂  Kemudian setelah lebih kurang 5 menit,akupun kembali mengingatkan putri kecil ku,mbak Ija😀

”Mbak Ija yuk ke rumah mbak Difa!”
“ Oh iyaaa.. Ayok ayok ke rumah mbak Difa.”
sorak mbak Ija mengomando teman-temannya

Dengan tangannya yang menggenggam erat tanganku,seakan menuntun seseorang yang tak tahu arah,mbak Ija terlihat begitu bahagia dan semangatnya. Subhanallah… begitulah ketulusan yang terpancar dari dirinya,mbak Ija.

Dan kehebohan selanjutnya pun terjadi.
Sahabat bisa bayangkan ya,ketika berjalan dengan anak-anak,tentunya sedikit banyak mesti mengundang sesuatu hal yang luar binasa,eh luar biasa. Nah,sama dengan apa yang kurasakan. Serasa sepanjang perjalanan itu,aku seperti artis yang masuk gang,hahaha… Sampai malu dengan ibu-ibu yang duduk-duduk di dekat rumahnya mbak Ija. Oh ya sahabat aku sampai lupa. Nah kebetulan gang rumahnya Difa itu sama dengan gangnya mbak Ija. Dan itulah kenapa aku bisa bertemu dengan mbak Ija🙂

Kembali lagi pada momen mendadak artis😀 Selain mbak Difa,ternyata di gang rumahnya mbak Ija tersebut juga banyak teman-teman Al-kautsar lainnya. Alhamdulillah,yang awalnya berniat untuk bertemu dengan mbak Difa saja,namun Allah menghadiahkan pertemuan dengan beberapa mutiara tasbih lainnya. Ada Dinda yang lagi maem,bela-belain keluar untuk sekedar mengukir senyum sebagai tanda hadiah padaku. Ada mas Revan yang berusaha keluar dari jendela tapi ndak bisa, hahaha… Ada Angga yang dari jauh kelihatan  memakai kaos daleman saja. Dan tentunya Anisah,si sholihah yang bersama dengan Dinda menghadiahkan surat dan “ sesuatu” yang membuatku syok. Oh dan tidak ketinggalan juga ada mbak Nesa dan mas Zaki yang berdiri mematung di depan pintu #sepertinya mas Zaki baru bangun tidur. Meskipun demikian,hal itu tidaklah menghalanginya untuk melempar seberkas senyum kepadaku.

Subhanallah,
Melihat mereka tersenyum dan saling berbalas pandang denganku,
sudah cukup rasanya membuatku begitu bahagia tanpa harus mencari beribu alasan lain untuk bahagia. Alhamdulillah…

cute-flower-i-was-born-a-champion-love-pink-Favim.com-456106

Di perjalanan…
Setelah hutangku untuk berjumpa dengan mbak Difa terlunasi,akupun kemudian melanjutkan perjalanan menuju kampus. Ceritanya pengin download gratis,kasihan kuotaku,hehe. Tapi sebelumnya,aku menyempatkan diri untuk mampir  ke mini market di dekat kampus,biasa… Nah,tapi sebelum sebelumnya lagi sahabat,di perjalanan dengan tatapan yang sengaja kuarahkan ke gang Al-kautsar,aku berharap ada seseorang di sana yang hadir. Dan subhanallah seperti doa yang tak sengaja terbesitkan oleh mbak Tika ketika di Mekkah agar dipertemukan dengan seorang sahabat,akupun secara tak sengaja sempet membisikan dengan lirih sebuah doa,“Ya Allah semoga ketemu sama anak-anak yang lain.” Dan subhanallah seketika itu juga doaku di ijabah oleh Allah. Sesosok gadis kecil berusia 9 tahun sedang asyik memukul-mukul besi. Dengan binar mata dan senyuman khasnya,ia menyambut kedatanganku yang tak disengaja.

“Bella lagi ngapain?”
“Ini lagi bantu bapak mbak.”
“Oh lagi masangin plat motor ya?”
“Iya mbak.”
“Bella bisa? Ndak capek ta?”
ia pun tersenyum menjawab pertanyaanku

Sahabat,dia adalah Bella. Yang dengan tubuh kecilnya,ia pernah mengendong dan mengasihi adik bayinya. Yang dengan kekuatannya yang tidak begitu besar,ia berusaha meluruskan besi yang keras untuk meringankan pekerjaan ayahnya. Dan masih tentang Bella,yang pernah memintaku untuk mendengarkannya melantunkan syair cinta pada Rasulullah pada suatu masa. Subhanallah…

Lagi-lagi doaku diijabah oleh Allah…
Di tengah kebingungan menentukan pilihan,tiba-tiba suara yang tidak asing itu mengudara hingga ke telinga ku

“Mbak Rizaaa..” dengan ekspresi dan nada suaranya yang begitu khas
“Izzaaa..”
balas ku tidak kalah hebohnya,yang mungkin kalau ada orang yang lihat akan berkata,”Ingat umur! Ingat umur!”😀
“Izza,ngapain ke sini?” pertanyaan yang seharusnya tidak ku tanyakan  -_-,ya jelaslah jawababnnya..
“Beli jajan mbak.”
“Oh,sendirian aja?”
“Ndak mbak sama Pak De.”
“Oh iya,mbak Ayu mana?”
“Di rumah.”

Perjumpaan dengan Izza alias Bunga benar-benar tak terduga sama sekali. Itulah ya,ketika Allah berkendak,kun fayakun. Jadi maka jadilah! Ketemu maka ketemulah. Jodoh maka Jodohlah! #eh. Subhanallah…

Next,setelah apa yang kuinginkan akhirnya kudapatkan,aku pun kemudian pamit dan meninggalkan Izza yang masih asyik berbelanja dengan pak De.Saatnya berselancar menggunakan wifi gratisss,haha.. 

blossom-cute-flower-flowers-nature-Favim.com-281855

Lebih kurang 1 jam,sembari menunggu hasil download an dan ditemani hujan yang menguapkan aroma khas dedaunan,pikiranku pun melayang meraba begitu banyak nikmat bahagia yang telah dianugerahkan Allah kepadaku. Alhamdulillah. Fabi ayyi alaaaa irabbikuma tukadzibaan?