Bismillahirrahmanirrahim

“Mas Danaaaa…”
Wajah yang disapa itupun tampak bingung dan heran. #Suara apa ya barusan?? Haha… Mungkin karena sudah lama sekali tidak bertemu,hampir 2 minggu lebih,mas Dana yang telah bersiap di atas motor bersama ayah,kaget dan tidak memberikan respon sebagaimana biasanya

“Loh mbak Riza?” si ayah pun ternyata juga ikutan kaget -_-
“Iya Pak🙂.”
“Prakteknya sudah selesai?”
“Alhamdulillah yang di Gresik sudah Pak. Tinggal 2 minggu lagi di Surabaya.”
“Oalah.. Iya.. ya.. ya…”
“Ini mas Dana mau pergi sama ayah ya?”
Masih dengan raut kebingungan di wajahnya. #Ini siapa ya? Mungkin begitulah pertanyaan yang menari-nari dalam pikirannya

“Iya mbak ini mau jalan-jalan sebentar. Mas salim dulu gih sama mbak Riza!”
“Mbak Riza mau ke rumah?”
“Iya Pak.”
“Ya monggo mbak.”
“Ya,hati-hati ya mas Dana ya…”

Selama hampir lebih dari 2 minggu,semenjak praktek di Gresik,selama itu pula aku tidak merasakan kehangatan keluarga yang telah membersamaiku hampir setengah tahun lebih ini. Mbak Nesa ,mbak Ija,mas Zaki,mas Dana,tante Atik (Bundanya mas Dana),Ayahnya mas Dana,dan Bunda Dina. Nah,dan hari ini selepas bersilaturrahmi ke rumahnya mbak Bechty,alhamdulillah ada kesempatan untuk mengunjungi keluarga dengan seribu kehangatan 

tumblr_kyel1qViFe1qaucc5o1_400

“Assalamualaikum Bundaaaa…”
“Waalaikum salam. Wah ada mbak Riza.”
“Iya bun😀 Bunda ndak ke toko hari ini?”
“Iya mbak,tapi nanti agak sore an.”
“Oh… Alhamdulillah,akhirnya bisa ketemu bunda juga ya.”
“Iya mbak,sudah lama ndak ketemu mbak Riza.”

Akhirnya,bisa juga ketemu dengan bunda yang satu ini. Bayangkan saja sahabat,semenjak selepas lebaran dan balik lagi ke Surabaya,aku dan bunda sama sekali belum pernah berjumpa. Hampir 3 bulan lebih. Ya..karena bunda yang harus bekerja keras dari pagi sampai malam. Namun alhamdulillah, mungkin memang jodoh ya,hari ini tepat pukul 11.oo,ketika bunda lagi asyik makan,#maaf ya bunda,makannya jadi terganggu,hihi.. akhirnya bisa bertemu wajah lagi

“Bunda kok kurusan ya?”
“Ah iya ya mbak? Mbak Riza juga kurusan.”
“Iya bun.. Kalau Riza mah karena makannya ndak enak di sana,bun. Nah,bunda kenapa kurus? Diet ta?” hahaha….
Begitulah percakapan awalku dengan bunda Dina : bundanya mbak Nesa,mbak Ija,dan mas Zaki

Rasanya melihat keluarga ini ,seperti menemukan kebahagian kembali setelah lelah akibat kegiatan praktek. Mbak Nesa yang selalu ketika awal bertemu mesti begitu cueknya😦 Namun setelah itu,ia akan kembali seperti biasa. Mbak Ija yang justru berkebalikan dengan mbak Nesa. Meskipun telah lama tidak berjumpa,kehangatan sambutannya akan tetap terasa sama. Dan terakhir yang selalu menunjukkan ekpresi heboh ketika berjumpa denganku,kemudian setelah itu langsung kabur dengan beribu alasan,itulah dia mas Zaki.

Begitulah 5 menit pertama perjumpaan kami. Kunikmati setiap perbincangan dengan bunda,tante Atik,dan mbak Ija yang setia mendengarkan kami. Dan sahabat tahu,subhanallah dari cerita bunda ternyata banyak sekali hal-hal yang menarik yang terjadi pada keluarga ini. Satu hal yang membuatku begitu bahagia ketika bunda bercerita tentang mbak Ija

“Rija ya mbak,sekarang  alhamdulillah dia itu tanpa disuruh,ketika dengar adzan sudah langsung shalat ke masjid mbak.”

Alhamdulillah dan memang benar. Ketika pada saat itu adzan Dzuhur berkumandang,mbak Ija yang sedari tadi memperhatikan kami ngobrol,tiba-tiba langsung berdiri,masuk ke kamar,ambil rukuh,dan langsung ke masjid. Subhanallah.. Sahabat tahu berapa umurnya mbak Ija? Masih 5 tahun,TK.

Ketika seorang anak itu telah mulai mencintai Islam dengan kelembutan bukan paksaan,Insyaallah kemilau mutiaranya akan semakin bersinar.

art-bottle-bow-brown-flowers-home-plant-Favim.com-790279

Membersamai keluarga ini,seperti meneguk madu kehidupan yang begitu manisnya.

Pernah pada suatu masa,ketika aku sedang bersama bunda dan anak-anak,tiba-tiba seorang tetangga masuk dan bertanya padaku

“Mbak,di Surabaya  sendirian ta?”
“Iya,Bu.”
“Oalah.. Ndak ada keluarga atau saudara sama sekali?”
Nah ketika aku ingin melontarkan jawaban yang sama seperti pertanyaan pertama,tiba-tiba bunda yang duduk persis tepat di depanku berkata,
“Ada,kita loh keluarganya. Mbak Riza sudah kayak saudara kita sendiri,Bu.”

Ya Rabb… Mendangar bunda berucap seperti itu,aku hanya bisa tersenyum menahan rasa di dada yang tidak sabar bertransformasi menjadi air mata. Ada rasa yang tidak mampu dilukiskan oleh kata,bahkan kata yang termanis dan romantis sekalipun.

Perlakukan istimewa itu tidak hanya ku dapatkan dari bunda Dina,namun juga…
Saat itu aku berada pada salah satu bank di dekat kampus. Ceritanya lagi mengurus administrasi perkuliahan. Kemudian tiba-tiba saja aku bertemu dengan seseorang di sana

“Mbak Riza ngapain ke sini?”
“Ini pak mau bayar uang kuliah.”
“Oalah.. Mana slip setorannya mbak? Sini saya yang urusin. Mbak Riza duduk dulu aja.”

Dan hanya dalam beberapa menit,proses pembayaranku pun selesai. Tanpa harus menunggu lama seperti teman-teman dan cutomer lainnya. Alhamdulillah :) Sebenarnya aku merasa tidak enak. Teman-teman harus antri terlebih dahulu. Namun aku? Dengan duduk manis saja selesai begitu cepatnya. Di sisi lain,ayahnya mas Dana yang kebetulan bekerja di bank tersebut,kekeh sekali ingin membantu. Dan rasanya juga tidak enak menolak kebaikan beliau. Akhirnya dinikmati saja🙂

Subhanallah,mereka begitu ingin selalu membantuku dalam segala hal. Termasuk ketika aku menceritakan kepada tante Atik bahwa aku akan PP praktek di Puskesmas Dupak. Dan beliau dengan ketulusan yang selalu mengalir dalam tiap ucapannya,berkata

“Mbak Riza kalau jaga malam atau pulangnya malam,nanti ndak papa minta bantu ke sini. Jangan sungkan mbak. Di sini loh banyak motor nganggur.”
“Oh iya bunda,makasih. Tapi Riza ndak bisa bawa motor bun. Hahaha.”
“Oalah… Ya,kalau minta tolong dijemput pun,ndak papa mbak. Soalnya rawan juga kan ya,kalau malam-malam mesti ngangkot.”

Subhanallah,begitu bersyukur dipertemukan dengan keluarga yang begitu luar biasanya. Mereka yang dengan mudahnya mengulurkan bantuan kepada siapa saja.

Hmm…Aku jadi teringat dengan sebuah syair yang di tulis oleh Imam Syafi’i

Orang pandai dan beradab
tak ‘kan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Pergilah ‘kan kau dapatkan pengganti dari kerabat dan teman

tumblr_mhgemoJeGC1r8arngo1_500

Alhamdulillah,aku pun mendapatkan keluarga baru di sini🙂