Bismillahirrahmanirrahim…

Gresik,15 Desember 2014

Menulislah dan biarlah kelak angin dan waktu yang akan menyampaikan isi tulisanmu -Mbak Tika

Taare Zameen Par? Sahabat,siapa yang belum pernah menonton film ini sama sekali? Hmm… Aku saja hampir tak terhitung tanpa rasa bosan menyaksikannya😀 Karena, akan selalu ada sesuatu pada beberapa bagian scene film tersebut yang dirasai oleh jiwa ini. #Ah sepertinya sepanjang cerita ada sesuatunya lah yaaa.. hihi😀 Film yang begitu menawan dan menginspirasi banyak guru dan orang tua.
Every child is Special. Including your child,mine,and ours insyaAllah🙂

Tepat semalam…
Aku dirasuki oleh jiwa Ihsaan,merasakan apa yang ia rasakan 

Ihsaan yang dipindahkan oleh kedua orang tuanya ke salah satu sekolah berasrama,ketika itu merasa begitu tercampakkan. Jiwanya tergoncang teramat dahsyat. Hingga dikisahkan,Ihsaan tiba-tiba saja berhenti untuk melukis. Apa yang terjadi dengan Ihsaan? Apakah dia tidak suka melukis? Tidak! Melukis adalah bagian dari hidupnya. Dia begitu cinta bermain dengan warna. Lantas apa yang terjadi? Kenapa kertas itu masih tergeletak kosong putih bersih?

***

Sahabat, apa yang dialami oleh Ihsaan,baru saja kualami tadi malam. Tentunya dengan tema yang berbeda,tapi masih dengan kasus yang hampir persis sama ya. Ketika Ihsaan yang teramat cinta melukis,tiba-tiba saja ia tidak mau lagi bahkan menyentuh kuas yang biasa menemani jemarinya,ketika itu juga di sini aku mengalami hal yang sama. Aku tidak bisa menulis lagi. Kata-kata ku terhenti dan membeku. Aku memaksa jemari untuk kembali menari di atas keybord yang biasa ku gunakan sebagai perantara bisikan hati,namun apa yang terjadi?

creative-writing

Ku buka halaman,tempat aku menggoreskan kata. Ku dekatkan jemari ini pada pijakan yang biasa ia gunakan membentuk bahasa cinta. Namun,tiba-tiba saja ia tak bisa kugerakkan. Kupaksa lagi,namun tak bisa. Bahkan ketika itu,akupun membuka kembali beberapa tulisan yang pernah kutulis. Kucoba melanjutkan,namun tetap saja tidak bisa. Bahkan untuk melanjutkan apa yang pernah tertuliskan pun,jemariku lumpuh,paralyze.

***

Mengutip sebuah tulisan dari saudari fillah yang begitu menginspirasi,
Febria Rahmi“Dear,komunikasi”

Betapapun indah dan mengalir,
ia tetap butuh spasi,butuh jeda,butuh waktu untuk kosong
Karena bila tanpa,
akan gagu menerjemahkannya,
akan sulit menangkap keanggunannya,
akan bosan membacanya

Mungkin benar,kita butuh spasi.
Hingga nanti ketika kembali,
akan menganggun indah memasuki setiap relung hati.
menikmati indah kata yang hidup dalam jiwa yang mebersamai.
Aku dan engkau tulisanku😀

images (2)

Note: Sahabat,jujur aku bingung bagaimana menutup tulisan ini. Karena sejatinya,ini hanyalah rengekan hati.😀 Ciee… Namun Alhamdulillah sudah kembali pulih😀

Selamat datang cinta,selamat datang duniaku…