Catatan kajian -7 Desember 2014

Karena ikhwan/lelaki yang sholih itu adalah makhluk langka yang hampir punah dan perlu dilindungi😀

Begitulah al-ustadz mengawali diskusi yang penuh dengan pesan mendalam

“Dulu,ketika 3 tahun usia pernikahan,saya pernah diminta umi untuk menikahi sahabat dekatnya,yang sudah bersahabat semenjak SMA. Dulu… Ketika itu saya diajak berkunjung ke rumah sahabatnya tersebut. Kemudian begitu berada di rumah,tiba-tiba umi bertanya pada saya,”Mas mau nikahi teman saya tadi?” Mendengar pertanyaan itu,mulut saya terkunci dan diam,ndak jawab.”

“Dan jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu menikahinya), maka nikahilah perempuan (lain) yang kamu senangi dua,tiga,atau empat. Tetapi jika kamu tidak akan mampu berlaku adil,maka (nikahilah) seorang saja, atau hamba sahaya perempuan yang kamu miliki. Yang demikian itu lebih dekat agar kamu tidak berbuat zalim.”
An-nisa (4): 3

Al-ustadz pun kemudian melanjutkan,”Keingingan bagi lelaki untuk memiliki lebih,itu adalah fitroh dan sunatullah. Namun ya… Ketika  saya mengingat-ingat kembali bagaimana umi yang selalu mengurusi saya,yang mendampingi saya,mendukung saya ketika susah,rasanya saya ndak tega.”🙂

***
Sahabat,apa yang ada dalam pikiranmu ketika mendengar penuturan al-ustadz tersebut?

tumblr_m4xp22Bgbv1rrui04o1_500

Pagi ini entah untuk alasan apa,cerita kehidupan yang pernah dialami oleh al-ustadz,membuat bendungan bulir air mata ku menyudut disudut mata. Namun untungnya masih tertahan.

Dan sukmaku tiba-tiba saja teringat dengan dua orang di sana.