Akhir Oktober 2014

Sahabat,kadang kita begitu kaku untuk merasa,begitu buta untuk mengenal cinta.
Apakah tidak bisa dengan memejamkan mata saja kita tau kalau itu adalah cinta?
–Riza Apriani

Apa yang terjadi hari ini akan ku ingat baik-baik.
Ketika semuanya memudar

Sesaat sebelum mengajar,aku telah merasa ada yang tidak beres dengan diriku. Biasalah galau 😀 Keputusan ku untuk memeliharanya dari malam hingga sore hari,ternyata memberikan efek yang sangat tidak baik bagi teman-teman Al-kautsar pada saat itu. #Salahkan galau jika aku merasa teman-teman tidak begitu mengasyikkan hari ini. Mereka kabur kemana-mana tanpa izin,tiduran tanpa mengindahkan teguran ku,bahkan ada yang terus memaksaku untuk pulang,padahal baru saja mungkin 10 menit kelas di mulai. Ada apa dengan mu teman-teman? Ada apa dengan ku?

Anak-anak itu bisa merasakan kegelisahan kita.
Ketika kita tidak tenang,maka anak-anak pun tidak akan tenang
–Mbak Tika

Akibat begitu tidak kondusifnya kelasku pada saat itu,maka dengan sedikit rasa marah (atau mungkin banyak ya) aku mengeluarkan ultimatum pada Aldi dan Rangga yang menurutku agak berulah.

“Mulai besok dan seminggu ke depan Aldi dan Rangga ngajinya pindah ke kelas mas Deri. Mbak Riza capek,kalau Aldi dan Rangga seperti ini.”

Aku tidak tahu apa yang mereka pikirkan tentang kata-kataku yang baru saja terhembus dari bibir ini. Namun dari diriku,“Kamu telah melakukan hal yang benar,Za.” Menghukum mereka dengan apa yang tidak mereka sukai. Bukan maksud ku mengatakan hal yang tidak mereka sukai adalah ngaji dengan guru selain diriku. #PD banget za disukai. hihi Tapi,yang ku maksud dengan ketidaksukaan mereka ialah karena sebagian besar yang ada di kelas Deri perempuan. Mereka tidak suka terjebak di tengah lautan perempuan. Itu jugalah yang menjadi penyebab kenapa Rangga dulu meminta gabung di kelas ku,padahal seharusnya dia memang berada di kelas mas Dery.

tumblr_mgbc3k6kCs1s2e6keo1_500

Dalam perjalanan pulang,sempat terpikir lagi olehku,apakah keputusan ini sudah benar? Sesungguhnya sedikit berat untuk melepaskan mereka. Tapi…Biarlah ini menjadi sebuah pembelajaran bagi mereka #bisik batin menenangkan

Dan keesokkan harinya…

Seperti biasa,sebelum masuk dan bertemu dengan teman-teman,aku duduk sebentar  di kursi,di depan mading,sembari menunggu teman-teman yang masih belum datang.  Akupun kemudian membaca-baca kembali beberapa karya teman-teman yang sebagian besar di isi oleh kelas ku. Nah,ketika itu,ada hal yang begitu mengejutkan tertangkap oleh mataku. Apa yang kulihat? Beberapa karya yang semestinya ada,hilang. Hilang seperti telah di robek. Kuperhatikan lagi,ternyata tidak hanya satu,namun hampir pada semua karya yang ditulis oleh pemilik yang sama. Dan sahabat tahu,hasil karya siapa itu? Aldi,Rangga dan Reno. Semua yang terpajang yang diatas namakan dengan nama mereka bertiga hilang semua. Sontak dadaku terasa sesak. Ya Rabb..Apa yang telah kulakukan? Dengan hati yang masih tidak mempercayai ini semua,aku pun kemudian langsung memasuki Al-kautsar.

Dan gelombang kedua yang menyesakkan dada itu ternyata telah bersiap menghadangku. Tidak seperti biasanya,Aldi,Rangga,dan Reno masih berkeliaran di lantai bawah. Biasanya,belum saja aku memasuki Al-kautsar mereka telah berada di atas. Sekilas pandangan kulemparkan pada mereka. Namun apa yang terjadi? Mereka tidak membalas. Apa ini karena kesensitifanku ya? Tapi itulah yang ku rasakan. Tidak seperti biasanya mereka memberikan perlakuan seperti itu padaku.

“Aldi,Rangga,dan Reno kok belum ke atas?”
“Kan aku ngaji sama mas Deri mbak. Mas Derinya belum datang”
“Iya,tapi kelas mas Deri kan di atas. Tunggu mas Deri di atas aja.”
“Moh mbak…”

Dalam perasaan bersalah yang menyelimuti,aku percaya pada mereka. Yasudah lah… Insyaallah Deri bisa menghandelnya.

Beberapa saat kemudian…

“Loh Der,anak-anak yang laki : Aldi,Rangga,dan Reno mana?”
“Sudah pulang mbak.”
“Tapi kan ini masih belum selesai Der. Baru juga beberapa menit masuk.
“Ndak tau mbak,mereka pulang aja. Biarin aja mbak.”

Ya Rabb, salahkah aku?

2 hari berikutnya,terhitung setelah aku meminta mereka untuk pindah…

Hari ini aku terjebak dalam kebingungan. Apa yang harus ku lakukan. Aku tidak bisa membiarkan mereka seperti kemarin. Jika aku harus menelan kembali ludah yang pernah kubuang,apakah itu bisa membuat mereka kembali padaku? Ya Rabb aku telah kehilangan kepercayaan mereka.

‘Aldi,Rangga,Reno sekarang ngajinya sama mbak Riza lagi ya.”
“Loh,tapi katanya sama mas Deri.”
“Mas Deri nya belum datang,kasihan mbak Uci muridnya banyak. Sekarang ngaji sama mbak Riza dulu aja.”

Aku tau mereka merasa terpaksa,merasa ditarik kembali setelah dihempaskan. Tapi inilah satu-satunya jalan yang harus kulakukan. Pada saat itu memang terasa sekali kekakuan interaksi yang terjadi antara aku,Aldi,Rangga,dan Reno. Sahabat sebelum kulanjutkan,pada awalnya,aku tidak meminta Reno untuk ikut pindah. Namun karena mereka bertiga berteman akrab,Reno pun memilih untuk bersama temannya setelah ku beri 2 pilihan : ngaji bersamaku atau pindah bersama Aldi dan Rangga selamanya. Dan dia memilih teman-temannya.

Karena kekakuaan ini terus berlanjut, akupun kemudian mengajak mereka bertiga untuk berbicara.

“Kalian marah ya sama mbak Riza? Kalian sakit hati ya?”
Aldi dan Reno : “Apa mbak,biasa aja.”
Rangga : lama sekali iya menjawab.. “Iya mbak.”
“Rangga marah sama mbak Riza?”
“Iya sedikit mbak.”
“Marah karena mbak Riza pindahkan?”
“Iya mbak.”
“Mbak Riza minta maaf ya. Mbak Riza salah karena menghukum kalian pada saat mbak Riza itu marah dan capek. Tapi kan mbak cuma minta seminggu. Setelah itu teman-teman bisa balik lagi ke kelas mbak Riza.”
“Hmm.. tapi kata Reno,kemarin mbak Riza bilang pindah selamanya.”

Ya Rabb.. ternyata kata-kataku pada Reno,pilihanku pada Reno,telah menyakiti mereka begitu dalam. Pindah selamanya.

***

Sahabat,kita boleh saja menghukum anak-anak ketika mereka mungkin berbuat suatu kesalahan. Namun jangan pernah libatkan si amarah. Karena apa?  Karena semuanya itu akan berakibat sangat buruk bagi anak,apalagi diri kita. Seperti apa yang telah ku alami. Kehilangan kepercayaan dan bahkan mungkin cinta yang selama ini telah terbangun. Jangan ditiru ya sahabat.🙂  Dan satu ibroh lagi bagi diri ini,lagi-lagi harus belajar mengontrol kata. Sudah banyak yang menjadi korban,tidak hanya anak-anak,namun juga teman dan sahabat,serta yang paling sering merasakan ialah mbak Tika. Maaf kan diri ini ya🙂

Dari apa yang telah terjadi begitu banyak hal yang mesti kupelajari lagi.
Dan kini aku harus membangun cinta dan kepercayaan itu lagi

beautiful_light_by_eliseenchanted-d4hkfbu

Alhamdulillah ketika ku tuliskan cerita ini,
hari ini,pondasi cinta itu telah menguat kembali.
Maafkan mbak yang tidak peka akan rasa ya..🙂