Cerita tentang Ibu
tempat di Malang

Pada suatu hari aku sedang bangun tidur,aku ingin ikut ibuku ke rumah sakit. Tapi aku belum mandi. Kata ibuku,”Kamu gak usah ikut,di rumah saja.” Aku berkata,”Yah,nanti pulang jam berapa?” Ayahku menjawab,”Jam 12.00 siang.” Ayah,ibu,dan bude ku sudah berangkat naik taksi. Setelah itu aku bermain bersama saudaraku.

Sampai malam aku berkata,”Loh ayah kok gak pulang-pulang?” Perasaanku gak enak. Malamnya aku diajak bude ku ke Surabaya. Aku tanya,”Bude bawa bajunya ibu?” Jawab bude,”Gak usah.” Sampai di dekat rumah ayahku,aku dibilangi bude,

”Bila kamu jangan sedih ya.”
“Iya bude.”
“Ibu Bila sudah diangkat penyakitnya,” aku bingung
“Ibu Bila sudah gak ada.”

Aku sangat sedih mendengar itu. Lalu sesampainya,aku melihat ibuku ditutup kain putih. Lalu aku sangat sedih. Aku berkata,”Ibu kok sudah gak ada padahal masih umur 35.” Tapi ibu meninggal pada tanggal 12,Kamis 2014. Tapi aku telah mengikhlaskannya.

20141026_094232


-Ditulis oleh Bila (10 tahun)

Sahabatku,inilah kisah yang ditulis seorang anak yang telah dipersiapkan oleh ke dua orang tuanya untuk menghadapi segala macam bentuk warna dunia. Dia terlahir dari seorang ibu yang begitu mulia,seorang guru yang begitu luar biasa,yang dicintai oleh anak didiknya.

Allahummaghfir laha warhamha wa’aafiha wa’fu ‘anha
***

”Mbak yakin Ibu Bila adalah seorang Ibu yang sangat baik.”
“Tapi kan Ibu ku sudah meninggal mbak,dari mana mbak tahu?”
“Mbak tahu dari… Bila adalah anak yang baik. Pastinya ibunya Bila sewaktu masih hidup dulu adalah  orang yang baik juga.”

Bila,yang selalu menampakan rona kebahagian diwajahnya. Tak pernah kulihat raut kesedihan yang menjadi pertanda bahwa ia telah kehilangan seseorang yang begitu ia cintai,dalam usia di mana kasih sayang itu teramat ia butuhkan,dalam kesehariannya. Bahkan ketika ia menceritakan padaku dan teman-temannya bagaimana ibunya sakit,aura kesedihan itupun tak pernah ia hadirkan. Mungkin hal ini disebabkan oleh keyakinannya yang begitu kuat ya🙂 Bila yakin bahwa suatu hari nanti ia pasti akan bertemu kembali dengan ibunda,dalam kehidupan yang abadi.

20140928_110934Sahabat,ada satu hal yang begitu membekas,yang hingga saat ini pun masih terus bergelayut menghiasi ruang pikiranku,yaitu :

Ketika takziah ke rumah Bila,ayahnya bercerita,”Ketika ibu Bila sakit,Bila lah yang selalu menemani di rumah sakit. Ia pun berhenti sementara dari sekolah. Namun,meskipun demikian Bila masih tetap terus melanjutkan hafalan Al-Qur’an nya.” Subhanallah..

Dan pada saat ini ketika aku bisa bersentuhan langsung dengannya,aku berpikir inilah kebahagian yang sesungguhnya dipersiapkan oleh Allah untuk ibunya Bila di sana. Seorang anak yang begitu kuat hafalannya,yang begitu besar cintanya pada Qur’an.

Kesholihan orang tua akan berpengaruh besar  terhadap pribadi seorang anak.

Bila yang darinya aku belajar banyak hal.
Tentang kesabaran dan keikhlasan,
serta tentang memaknai sebuah kebahagian dari apa yang telah dititipkan Nya
bahkan yang telah diambilNya kembali sekalipun.

Mbak Riza sayang Bila,
terima kasih ya telah mengizinkan mbak untuk menuliskan kembali ceritamu🙂