Bismillahirrahmanirrahim…

“Aku memaafkan Abu Dzar Ya Rasulullah. Biarlah urusan ini tersimpan di sisi Allah sehingga kelak akan menjadi sebuah kebaikan bagi diriku.” Begitulah ucap Bilal bin Rabbah yang seketika itu juga membuat Abu Dzar,sahabat yang tidak sengaja melontarkan kata-kata yang tidak seharusnya ia ucapkan pada saudaranya itu,merintih meminta untuk diinjak kepalanya.

“Bilal,injaklah kepala ku! Kumohon injaklah wahai saudaraku! Demi Allah aku berharap dengannya Allah akan mengampuni dan menghapus sifat jahiliah ini dari jiwaku.” Dengan penyesalan yang begitu menyesakkan dada,ia marah pada dirinya yang tak berdaya di hadapan hawa nafsu. Abu Dzar merasa begitu sedih,takut,dan hina di hadapan saudara,Rasul,dan Rabbnya.

 Kisah ini dikutip dan diringkas dari buku Ust. Salim A. Fillah
Dalam dekapan Ukhuwah-Iman yang Tak Sendiri

6acf9ae2ca0a010d5cc1eee76803a8b4

Sahabatku,
Hari ini,ketika kita merasa begitu tersakiti oleh saudara kita,merasa dizalimi,merasa diambil hak-haknya,maka belajarlah pada Bilal bin Rabbah. Sudahkah kita memiliki hati yang  begitu lembut, selembut Bilal? Yang ketika tak sengaja disakiti oleh lisan saudaranya,ia pun langsung memaafkan tanpa membalas dengan hal yang serupa.

Sahabatku,
Dan hari ini,ketika kita merasa begitu menyakiti saudara kita,menzalimi,dan mengambil hak-haknya, maka belajarlah pada Abu Dzar. Sudahkah kita memiliki hati yang begitu mulia semulia Abu Dzar? Yang begitu menyesali apa yang telah ia lakukan pada saudaranya,sehingga ia pun langsung meminta maaf bahkan bersujud dengan wajah berlepotan debu, mengerang untuk diinjak sebagai penebus ucapan lisan yang menyakitkan itu.

“Engkau! Sungguh dalam dirimu masih terdapat jahiliyah!”

Sahabat dan diriku,tidak cukupkah teguran Rasulullah pada Abu Dzar ini,menjadi sebuah pelajaran bagi kita untuk terus berhati-hati dengan pisau yang mungkin selama ini kita bawa kemana-mana dan juga mungkin telah menggores bahkan mencabik-cabik hati saudara seiman kita?

***

Untuk jiwa yang selama ini sering ku sakiti karena lisan dan perbuatanku..
Mbak Tika,maafkan diri ini yang terkadang masih terbawa oleh kejahiliahan,ya mbak
Love you kakak🙂

00.08 am