Dengan titah Rabbnya Al-Lathiif,ia pun menyusup ke seluruh penjuru hati,
”Kelembutan”

rainbow-in-jendela

Sahabatku,banyak-banyaklah belajar pada anak-anak,
karena mereka memiliki jiwa dan ruh yang masih suci dari tumpukan dosa.

***

Sore hari ini,satu pelajaran yang luar biasa berharganya dari Ayu,salah satu adik ku di TPQ

Ketika itu saat akan pulang,ketika tangan kami saling bertautan,tiba-tiba Ayu mengutarakan satu hal padaku.

“Mbak,maafin Ayu ya mbak,kalau selama ini ada salah dan menyakiti mbak Riza.”

“Loh,kenapa Ayu? Hayoo.. Ada apa ini,ada apa?” balas ku dengan agak santai,namun kaget dan penasaran juga : ada apa sih,Yu?

“Iya,Ayu minta maaf ya mbak.”
“Tapi,minta maaf kenapa,Yu?”
“Ayu minta maaf karena tadi tidak memperhatikan mbak Riza saat mengajar.”
Ya Rabb…

Pada saat itu,kutatap matanya. Dan sahabat tahu? Dia menangis. Matanya berlinang air mata sahabatku. Ya Allah…Hanya karena tidak memperhatikanku saat menyampaikan materi,ia sebegitu merasa bersalahnya? #Kepekaan hati yang luar biasa

Ayu,seharusnya mbak yang minta maaf. Mbak belum bisa memberikan apa-apa untukmu. Mbak yang kadang memiliki rasa sayang yang masih memilih-milih kepada siapa ia hendak mendekat.

Ayu benar-benar mengajarkanku tentang kelembutan di atas kelembutan. Bukan hanya lahiriah itu saja yang tampak lembut,namun juga hati. Hati yang berada di dalam dadamu,Za!

Sahabat,sebelumnya juga terjadi satu hal,yaitu…
Nayla yang menangis karena kerudungnya terlepas. Dan sahabat tahu apa yang kulakukan pada saat itu?
Tidak melakukan apa-apa. Aku membiarkannya untuk menyelesaikan sendiri. Hingga mungkin terasa begitu lelah bagi airmata untuk mengalir,barulah aku menghampirinya. Astaghfirullah.. #Betapa kerasnya hati ini

Nayla,maafkan mbak Riza yang tidak menghiraukanmu. Bukan berarti mbak Riza ndak sayang Nayla. Banyak hal,namun tak seharusnya mbak menjadikan itu sebagai alasan menelantarkanmu. Maafkan mbak ya..

***

Dua hal yang terjadi pada sore hari ini,benar-benar menjadi sebuah pelajaran yang sangat berharga. Pelajaran yang memberikan hentakan begitu keras bagi diri ini yang  selalu merasa … Astaghfirullah…