Alhamdulillah,tepat seminggu setelah Idul Adha,akhirnya bisa juga posting cerita indahnya Idul Adha ku bersama teman-teman Al-kautsar🙂 Semoga menjadi inspirasi sahabat

***

Malam itu dua hari sebelum Idul Adha,Ayu dan Bella,adikku di TPQ,berkunjung ke kontrakan untuk menyampaikan sebuah pesan,“Mbak besok kita ada malam takbiran. Datang ya mbak…

Keesokkan harinya,sebuah pesan dari pak Slamet pun menghimbau untuk hadir di Al-Kautsar ba’da ashr..

Ba’da shalat ashr…
Beberapa meter sebelum sampai di Al-kautsar,kuperhatikan ada sesuatu yang berbeda. #Kenapa ada begitu banyak dedaunan di depan Al-kautsar ya? Kenapa ada aroma yang tidak biasa yang menyeruak dari sudut Al-kautsar ya? Ternyataaaa.. Al-kaustar kedatangan penghuni baru sahabat. Ada 3 ekor sapi sedang bersanding di halaman  Al-kautsar. Masyaallah…Ada apa ini? Dan semakin aku mendekat,sapi-sapi itu ternyata tidak hanya bertiga,tapi juga hadir di sana segerombolan anak-anak yang menurut identifikasiku mereka adalah Shieldan,Alden,dkk.. Mereka tampak asyik sekali bermain dengan sapi. Sapinya yang didandanilah,dikerjainlah. Wah dasaaar… Next, aku pun kemudian masuk ke dalam masjid.

Nah di dalam masjid,
aroma yang tidak biasa itu semakin menampakkan bedanya..

“Mbak Riza,sini coba lihat kambing ku mbak,”ucap Bella dengan penuh bangga dan antusias. Wah ada kambingnya Bella di sebelah masjid. Jadi itu aromanya si kambing ya.. ckckc.. -_-

Bella dan kambingnya :D
Bella dan kambingnya😀

Sahabat,hal ini yang mungkin sering terlupakan bagi kita,bagi para orang tua ketika akan mengenalkan Dinul Islam pada anak-anak. Kita memerintahkan mereka untuk shalat,tapi kita jarang atau tidak pernah mengajak mereka untuk menikmati indahnya shalat berjama’ah di masjid. Kita menanamkan ilmu pada anak bahwa pada hari raya idul Adha,sapi dan kambing akan disembelih. Namun,kita tidak pernah memberikan mereka kesempatan untuk merasakan betapa bahagianya memiliki kambing sendiri yang akan disembelih. Sahabat,ketika kita melibatkan mereka,anak-anak,secara langsung dalam mempraktekkan berbagai bentuk ibadah kepada Allah,insyaAllah binar kecintaan mereka terhadap Islam itu jauh lebih luar biasa. Seperti binar cahaya Islam yang kulihat pada Bella. Sungguh,betapa bahagianya ia menceritakan tentang hewan qurbannya pada saat itu🙂 Tidak hanya Bella,aku pun juga melihat binar itu pada Kiki (adik yang paling sering menjahili ku). Hingga,mungkin hampir lebih dari 3 kali ya,Kiki memanggil-manggilku untuk mengutarakan hal yang sama ,”Ini loh kambingku.Aku sudah berani loh memegang sapi” Masyaallah…

iki (panggilan kesanganku buat Kiki) yang katanya tidak takut sama sapi
Iki (panggilan kesayanganku buat Kiki) yang katanya tidak takut sama sapi
Iki habis pegang sapi,langsung pegang-pegang kerudung mbak Riza laaa :((
Iki habis pegang sapi,langsung pegang-pegang kerudung mbak Riza laaa :((

Terlena melihat kecerian adik-adik yang bermain bersama sapi dan kambing,aku jadi lupa tugas ku ke Al-kaustar sesungguhnya..😀

“Mbak,ini kuponnya tolong dibagikan ke anak-anak. Dan jangan lupa ajak mereka untuk ikut takbiran nanti habis magrib bagi yang bisa ya.”

Ternyata himbauan pak Slamet itu mengisyarakatkan sebuah tugas ,”membagikan kupon Qurban.” Wah asik nih,bisa jalan-jalan ke rumahnya adik-adik #batinku. Ketika itu para pengajar yang hadir ada sekitar 4 orang: aku,mbak Tutus,Ayu,dan Pak Slamet,eh ada Dery juga pas mau berangkat dan Eci yang menyusul . Maka,kami pun terbagi menjadi 3 kelompok. Nah,kebetulan karena sendirian,mbak Tutus menyarankan agar aku berangkat bersama adik-adik,yang ketika itu ada Bella 1,Bella 2 sebagai penunjuk jalan,untuk membagikan kupon. Sip,jadilah aku bertempur bersama Bella 1 dan Bella 2. Bismillahirrahmanirrahim…

Ketika membagikan kupon..
Aku bertemu dengan mbak Nesa,mbak Ija,dan mas Zaki. #Berhubung  dengan sengaja memilih regional yang melewati rumahnya mbak Nesa,mbak Ija,dan mas Zaki,hihi..  Masyaallah,dengan penuh keceriaan mereka juga ikutan antri untuk mendapatkan kupon. Tapi sayang,kuponnya hanya terbatas untuk teman-teman Al-kautsar. Maaf ya mas Zaki😦 Kecerian mas Zaki,ddk pun juga terlihat mempengaruhi juru bicara ku,Bella 1 dan Bella 2 yang selalu menyampaikan pada teman-temannya,“Nanti jam 6.30 ke Al-kautsar ya! Kita takbiran!” 
5.30pm : Tugas membagikan kupon pun SELESAI

Ba’da magrib…
Setelah berdiskusi dengan Eci, akhirnya keputusan untuk ikut atau tidak menemani adik-adik takbiran… Dengan pertimbangan ucapan pak Slamet,”Nanti adik-adik ndak ada yang mengawasi kalau pengajarnya ndak pada datang.”  Awalnya aku ragu untuk ikut apa tidak. Tapi sebenarnya ingin.. #Loh gimana sih?

Kami memutuskan… to be continued … 😀