Masjid Nuruzzaman,
Kampus B,UA

“Sabarlah dalam berdakwah,jika tidak sabarlah di atas musibah”
-Ust. Salim A. Fillah

20140926_171031

Beliau berdua adalah sepasang suami istri yang selalu ku dapati keberadaan mereka di pelataran masjid kampus,Jum’at ba’da shalat ashr.

Melihat sepasang suami istri di sekitaran masjid,mungkin merupakan hal yang sudah biasa bagi kita ya. Namun bagaimana jika pemandangan tersebut juga dilengkapi dengan kehadiran anak-anak yang dengan teriakan lucunya memanggil pasangan suami istri tersebut dengan sebutan ustadz,ustadzah?

Sahabatku,siapa yang mengira di tengah-tengah kehidupan masjid kampus yang dipenuhi oleh aktifitas para mahasiswa,ternyata di sana hadir sebuah Taman Pendidikan Qur’an (TPQ). Jangan bayangkan adanya sebuah kelas,kursi,dan meja sebagaimana TPQ lainnya sahabat. #Dalam kesederhanaan,mereka dengan penuh kebahagiaan mengeja a ba ta..

Mengutip sedikit penuturan Ust. Budi Ashari,
Hari ini,mana guru yang mau bertahan dan tetap istiqomah untuk mengajarkan Qur’an pada anak-anak tanpa adanya tempat mengajar selama lebih kurang 7 tahun?

Beliaulah,sepasang suami istri itu. Selama lebih kurang 7 tahun. Semenjak sang ibu hamil anak pertamanya,hingga kini si kecil itu telah berusia 7 tahun,beliau berdua telah mengajarkan Qur’an dalam keterbatasan fasilitas dan tempat. Yang harus berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain.Subhanallah…

***

Sahabat ada sebuah pelajaran berharga di sini bahwa ketika kita telah memilih untuk berjuang di jalan dakwah,maka apapun itu,entah itu rasa sakit,susah,dan payah yang sejatinya akan selalu mengikuti setiap perjuangan,yakinlah akan janjiNya dalam surat Muhammad (47): 7

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah,niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”

20140926_171048

Setiap kali menikmati perjuangan sepasang suami istri ini,ada sebuah asa yang bergetar dalam hatiku
yaitu…
Semoga suatu hari nanti,KITA juga bisa seperti beliau berdua  :) Amin…