Bismillahirrahmanirrahim…

15 September 2014

Semenjak berganti posisi dengan pak Slamet untuk mengajar teman-teman kelas besar (tilawati 5,6,dan Al-qur’an),rasanya begitu banyak hal yang ingin ku wujudkan bersama mereka. Dan hari ini,satu benang mimpi kegiatan telah terurai 20140915_171407

16.15,di TPQ Al-kautsar
Seperti biasanya,teman-teman penghuni kelas tilawati 5,6,dan Al-qur’an yang tidak sebegitu banyak dibandingkan teman-teman kelas kecil, alhamdulillah saat ini sudah hadir  4 orang sebelum menyusul satu orang lagi di tengah pelajaran. #Siapa dia? Kita lihat saja nanti.Nah,4 orang teman-teman tersebut ialah : pertama ada yang namanya mbak Nisa si cantik yang mewarisi kecantikan putri Cleoptra (kelas 2 SMP-tilawati 6-adiknya Ito,pengajar TPQ juga),kemudian si Aldi yang endut dan lucu (kelas 6 SD-tilawati 5),dan duo NaylaBila (tilawati 5 dan Al-quran,tapi aku lupa mereka kelas berapa,. Apa kelas 4 atau 5 kalau tidak salah,hihi..). Karena ceritanya aku masih tergolong baru dalam hal memegang kelas besar,yang dulunya terbiasa dengan kelas kecil,maka untuk ketegasan terhadap teman-teman,justru masih belum bisa kulakukan. Awalnya ada 4 orang,tiba-tiba tinggal 2 saja. Kenapa bisa begitu? Karena si duo NaylaBila minta izin buat dandani kerudungnya dulu. #Yasudahlah,toh mereka juga paling sebentar. Tidak ingin membuang waktu yang menurut ku benar-benar mepet,45 menit untuk mengajar,belum lagi banyak intermezonya,sehingga setelah dikalkulasikan waktu yang tersisa itu hanya 30 menit,akupun langsung saja memulai kelas bersama Nisa dan Aldi.

Teman-teman,hari ini mbak Riza ingin mengajak kalian mentadaburi salah satu ayat dalam Al-Qur’an surat Ali-imran (3): 133-135. Silahkan Nisa dibaca ayatnya…

“Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa,yaitu orang yang berinfak,baik di waktu lapang maupun sempit,dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan,dan juga orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri,segera mengingat Allah,lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya,dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu,sedang mereka mengetahui.”

Setelah mbak Nisa membacakan ayat dan terjemahan surat Ali-imran (3) 133-135,karena Aldi tidak mau baca,katanya,”Mbak Nisa aja aku ndak bisa mbak”,-_- dasar Aldi,dan duo NaylaBila pun telah datang,maka kemudian aku mencoba mengajak mereka untuk mendiskusikan kandungan ayat tersebut. Sahabat tahu,ketika aku meminta mereka untuk berpendapat,subhanalallah argument mereka luar biasa. Begitu banyak pertanyaan yang muncul. Dan kali ini yang menjadi bintang nya adalah mas Aldi.

“Loh mbak,nanti kalau kita juga butuh uang,gimana yo mbak?” ceritanya mas Aldi lagi menanyakan tentang berinfak di waktu sempit “Trus mbak,kalau kita lagi shalat ada teman yang ganggu,gimana mbak? Boleh ndak kita balas mbak? Tapi mereka ganggunya terus-terusan mbak.”

Aldi,aldi… Luar biasa. Sebelum menjawab pertanyaan si lucu ini,aku balik bertanya kepadanya. Menurut Aldi gimana? Sahabat bisa nebak kan gimana jawabannya.😀

Setelah mendengarkan pendapatnya,akupun kemudian mencoba untuk meluruskan. Namun sahabat,benar-benar deh ketika kita ingin menyampaikan sesuatu haruuuus berhati-hati. Jangan pernah menyampaikan sesuatu yang tidak pernah diajarkan atau dicontohkan oleh Rasulullahmbak Tika.

“Barangsiapa melakukan suatu amalan (ibadah) yang tidak kami perintahkan,maka dia tertolak” (HR. Muslim)

Ya Allah…Aku telah  menyampaikan sesuatu yang keliru,akibat pemahaman yang tidak seberapa. Pelajaran buat diriku,lain kali jika tidak sebegitu ingat hadistnya atau ragu. Lebih baik jangan disampaikan kepada teman-teman. Cukup janjikan jawabannya kepada mereka. Dan hari berikutnya di bahas lagi. 

Menyambung hal yang sedang dibahas,yaitu tentang ShalatTidak boleh lewat di depan orang yang sedang shalat,Nisa pun tidak mau kalah.

“Mbak,kalau yang lewat itu kucing gimana mbak?”
“Hmm.. mbak Riza ndak tahu jawabannya. Mbak Riza cari dulu ya..” Alhamdulillah ini baru benar. Kalau tidak tahu,katakan tidak tahu Za.

Nah di tengah-tengah diskusi,tiba-tiba muncul lah si ganteng Fatur (Al-quran-adiknya Dery,pengajar TPQ juga). Kata mas nya,kalau di rumah,Fatur itu anaknya pendiam. #Hmm pendiam? Apa iya ya? -_- Lihat saja nanti. Berbicara tentang Fatur,ada satu hal yang sangat ku kagumi pada dirinya yaitu : meskipun terlambat,dia bisa langsung beradaptasi dengan ritme kelas. Dan satu hal lagi #tadi katanya satu hal -_-,meskipun sudah kelas 3 SMP,dia tidak malu untuk ikut mengaji bersama teman-teman yang notabennya adalah adik-adiknya. Luar biasa kan,sahabat?

Baiklah,kita lanjutkan kan lagi pelajarannya…

Setelah sesi diskusi selesai,aku meminta teman-teman untuk menyingkirkan meja belajar yang ada di hadapan mereka.

“Mbak hari ini ndak usah ngaji mbak,kita main-main aja mbak. Capek mbak!”
“iya mbak,kita mewarnai aja mbak.”- ini idenya Fatur,hihi..

Kadang ya,ketika mereka mengeluh seperti itu,aku jadi kasihan. Mungkin mereka jenuh ya dengan rutinitas yang itu ke itu saja. Oke,baiklah teman-teman izinkan mbak Riza untuk membahagiakan kalian hari ini😀 Dengan cara apa???

Aku kemudian mengeluarkan sebungkus wafer dari tasku dan meletekkannya di tengah-tengah teman-teman yang duduk melingkar. Ketika ku bolak-balikan wafer tersebut,teman-teman pun mulai tertawa dan berkomentar,

“Ayo mbak,kita makan-makan aja mbak. Ndak usah ngaji😀 ” ckckc.. Nayla.. Nayla.. Coba ya,kalau ketahuan sama pengajar lain,mungkin kami sudah disikat karena tidak mengaji. Apalagi aku,hahah.. Ndak lah ya,becanda😀

Melanjutkan usulan Nayla,akupun membuka bungkusan wafer dan kemudian meminta Fatur dan Aldi,untuk melakukan sesuatu terhadap wafer yang telah terbuka tersebut. Sahabat,ingin sekali aku rasanya mempertontonkan apa yang sedang terjadi pada saat itu. Bagaimana teman-teman tertawa,khusunya yang putri. Bagaimana Aldi dan Fatur yang awalnya malu-malu untuk mengambil wafer,namun akhirnya dimakan juga,malahan minta nambah lagi. Hahaha.. Subhanallah luar biasa. Semoga suatu hari nanti kebahagiaan yang kulihat ini,sahabat semua juga bisa menemukannya ya🙂

“Teman-teman tadi sudah lihat ya gimana mas Aldi dan mas Fatur makan. Nah,kira-kira menurut teman-teman,apakah cara makannya mas Aldi dan mas fatur sudah benar?”
“BELUUUUM…”
“Kenapa belum?”
“Karena belum BACA DOAAA…”
“Teman-teman tahu,kalau kita tidak membaca doa,maka kita akan makan bersama siapa??”
“SETAAAN…”
“Trus gimana dong?”

to be continued…
Part 2😀