Berawal dari mbak Nesa yang akhir-akhir ini begitu enggan ketika jadwal mengaji bersama tiba,yang biasanya dari jarak beberapa meter saja sudah terlihat semangat dan keceriannya,maka pada malam harinya kutanyakan pada kakak tercinta perihal hal ini. Apa gerangan yang terjadi pada mbak Nesa? Apakah aku tidak sebegitu menyenangkan kah? Apakah aku pernah menyakiti dan berbuat salah padanya? Energi-energi negatif itu kian melompat-lompat memenuhi sesak dadaku. Astaghfirullah..

Namun,setelah berdiskusi cukup panjang dengan mbak Tika,di mana diskusi tersebut sempat disinggahi badai air mata,haha akhirnya alhamdulillah tenang juga.

“Za,sudah jangan dimasukan ke hati. Memang ada saatnya ketika anak-anak itu dekat sekali dengan kita,gurunya. Ada kalanya,mereka dekat dengan orang tuanya. Dan bahkan dengan teman-temannya yang terkadang membuat kata-kata kita tidak didengarkan. Yang terpenting Za,kita temani mereka. Kita pastikan kalau kita selalu ada bersama mereka. Jangan berekspektasi terhadap mereka,Za. Namun,cintailah mereka dengan sepenuh hati,tanpa berharap mereka juga akan mencintai kita.”

“Ketika anak-anak itu tidak memperhatikan kita,mereka malah bermain dengan temannya atau bergelut,bukan berarti ada yang salah dengan anak tersebut,anak yang tidak bisa diatur atau anak nakal lah. Namun kitalah penyebab semuanya. Kita tidak memberikan mereka kegiatan yang menarik dan menyenangkan. Dan tak jarang,kita juga meninggalkan mereka tanpa kegiatan. Itu dia Za… Jangan biarkan mereka nganggur! Jika mereka nganggur tanpa ada kegiatan.. Ya jadinya seperti itu. Carilah kegiatan yang menyenangkan bagi mereka,yang tidak ngebosenin. Coba,kita aja yang udah dewasa,kalau kegiatannya tidak menarik dan membosankan,apakah kita mau memperhatikan?”

Dua nasihat yang diberikan oleh mbak yu ku itu,kali ini benar-benar telah membuat ku merasa tertampar. #Itu sih,karena ndak mau mengikuti saran mbak Tika,Za. Akhirnya pas jatuh,baru deh.. -_- Maka alhasil,malam hingga keesokan paginya aku googling lah beraneka permainan edukatif yang menarik dan menyenangkan bagi anak-anak. Dan setelah membongkar beberapa file yang disimpan oleh google,aku bertemu dengan salah satu web #lupa nyimpan link nya😀 yang memberikan inspirasi luar biasa. Permainannya sangat sederhana,namun edukatif. Anak-anak memiliki misi untuk mencari dan menyatukan bagian yang sesuai dengan pasangannya. Permainan ini bisa digunakan untuk anak berlatih berhitung dan membaca. 

Ayo belajar angka Arab!😀

Camera 360

Bermodalkan kotak tempat susu dan kertas sampul buku gambar.
Jadilah telur-telur pecah,mobil-mobil retak,tas-tas sobek,dan hati-hati yang retak

“Mbak,besok jangan telur ae mbak. Bikin sing banyak mbak.
Mbak Riza besok liburkan? Sini tak kasih PR. Besok mbak Riza seharian bikin ini aja.”
“Iya,tapi besok ngaji, setoron hafalan dulu ya! Kalau ndak,telur-telur nya mbak Riza simpen sendiri aja :D”

Alhamdulillah,akhirnya mbak Nesa ku yang ceria dan penuh semangat kembali lagi.
Terima kasih ya sayang🙂

28 Agustus 2014.
1.30 pm