Bismillahirrahmanirrahim

Ba’da maghrib…
“Innalillahi wainna ilaihi roji’un telah berpulang ke rahmatullah fulan…”

Saat perjalanan pulang menuju rumah,berita duka dari salah seorang saudara muslim,tiba-tiba saja membuatku berpikir seperti ini “Andaikan si fulan yang diberitakan oleh al ustadz tersebut adalah dirimu Za,bagaimana? “

Kematian tidak mengenal yang namanya batas waktu maupun ruang. Kapanpun  sang Penciptanya memberikan isyarat,maka waktu dan ruangpun akan dicabiknya tanpa belas kasihan

“Di mana pun kamu berada,kematian akan mendapatkan kamu,kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kokoh.”
An nisa (4) : 78

Kepergian Yorin mengingatkanku akan hal yang sempat beberapa kali kupikirkan sebelum terulang kembali hari ini,yaitu : Mungkinkah Allah memberikan batas waktu yang sama untukku,seperti hal nya Yorin?🙂

fall-chair-cool-Favim.com-510835

Sahabatku,entah aku memiliki kesempatan menuliskan dan menanyakan kembali hal ini padamu,entah tidak. Oleh sebab itu,di sisa nafas yang masih bisa kunikmati ini,izinkan aku untuk bertanya satu hal padamu,yaitu…

Ketika nanti bayanganku tak lagi hadir di dunia ini,akankah selamanya ada rindu dalam hatimu yang mengalirkan doa untuk ku? Atau justru sebaliknya,akan selalu ada benci dan hinaan yang mengiringiku hingga Yaumul Mahsyar?