3 Juni 2014
Suatu ketika di poli anak RSAL Dr. Ramelan,
Surabaya

Pemandangan yang biasa memang ketika kita melihat para ibu dan bapak mengantarkan anaknya yang sakit ke rumah sakit. Namun bagaimana jika sang pengantar itu bukanlah mereka,tapi seorang kakek atau nenek?

Sahabatku,inilah yang tengah ku nikmati saat ini,seorang kakek mengantarkan cucunya yang sakit ke rumah sakit. Sebuah vibrasi kasih sayang yang luar biasa hingga ikut menyentuh hatiku dan membuat episode masa kecilku bersama nenek pun hadir satu persatu dalam imajinasi

***

Dulu nenek pernah bercerita kepadaku…

Ketika aku berusia 2 atau 3 tahun,beliau pernah membawa ku ke Surabaya berdua saja menaiki bus. Subhanallah. Seorang nenek dan bocah kecil. Dengan tubuh gemuk,item,tanpa rambut persis anak lelaki,tapi untung saja memakai rok, aku berjalan merangkak di tengah jalanan di antara kursi-kursi bus,begitu cerita beliau penuh semangat setiap kali sampai pada  bagian ini,hihi..
#Ternyata langkah kaki kecilku bersama nenek di Surabaya, telah memanggilku kembali untuk hadir di kota tersebut.

Kebersamaanku dengan beliau juga pernah mengantar ku ke Pondok Pesantren Gontor,Ponorogo. Ketika itu aku masih berusia kurang lebih 5 tahun. #Subhanallah,ternyata dalam rekam jejakku,aku pernah berada di salah satu pusat pendidikan Islam yang sangat terkemuka di negeri ini. Dan sahabat tahu,semua itu ku lakukan bersama nenek ku.

Begitulah kadang  cerita beliau setiap kali kami bersama mengenang masa kecilku

558575_424702600899070_1424154855_n

Sahabatku,terkadang kita melupakan  cinta dan kasih sayang ini dari beliau yang kita panggil nenek. Terkadang juga kehadiran beliau dari desa yang sekedar ingin melepas rindu pada kita,cucunya,sering kali kita abaikan saat kita beranjak dewasa. Tak jarang kita menganggap mereka cerewet lah,kuno lah,atau apalah.

Tapi, coba sahabat ingat-ingat kembali. Dulu ketika kita masih bayi,masih anak-anak,mungkin nenek lah yang telah banyak merawat kita,ketika ibu kita masih belum pulih total akibat sakit melahirkan.  Neneklah yang selalu mengajak kita bermain ketika ibu kita sibuk mengurusi pekerjaan rumah tangga. Namun ketika kita dewasa, kita lupa akan cinta dan kasih sayang beliau.

CInta dan kasih sayang yang terlupakan.
Maukah kah menjemput dan menyambutnya kembali,
sebagaimana engkau tertawa gembira saat kedatangannya sewaktu kecil dulu?

Teruntuk nenek ku,semoga engkau selalu diberikan rahmat kesehatan dan kekuatan olehNya,
Amin ya Rabbal’alamin…