dalam kesendirian

Aku…
Memeluk dingin yang menyatu dengan hangat tubuh
Mengintip cahaya yang bersembunyi dibalik gelap awan
Menyentuh tetesan dari langit yang bergulir menelusuri lekukan wajah

Dan pekikan gemuruh pun menyapa,
Cinta,kau harus segera pulang dan melayang secepat burung menerjang bulir air yang merapat!”

Fabiayyi aa laaaa irabbikuma tukadzdzibaan…
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

8007629389_d5eb37a5e7