16 April 2014,11.45am
Danau Kampus C,Universitas Airlangga
di tempat yang sama,saat kita pernah bersama

Mbak…
Kita tidak tahu,kapan buku cerita takdir ini akan terselesaikan
Awal dan akhir cerita mungkin saja akan berbeda diantara kita,
sesuai dengan keinginan penulisnya,Allah Azza wa Jalla
Benar begitu kan mbak?

 “Dialah yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian Dia menetapkan ajal (kematianmu),dan batas waktu tertentu yang hanya diketahui oleh-Nya. …”
Al-an’am(6): 2

Oleh sebab itu,dalam ketidaktahuan kita akan akhir kisah takdir,
izinkan aku,adik mu,menitipkan doa pada dedaunan yang telah mengering

16042014

Mungkin saja,aku lah yang terlebih dahulu mengakhri diary kehidupan pertama ini

“… kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampai pada usia dewasa,dan diantara kamu ada yang diwafatkan dan ada pula diantara kamu yang dikembalikan sampai usia sangat tua (pikun),sehingga ia tidak mengetahui lagi sesuatu yang telah diketahuinya. ….”
Al-Hajj (22) : 5

Karenanya aku berharap akan satu hal
Meskipun jika nanti dirimu tak bisa lagi melihatku dengan penglihatanmu,menyentuhku dengan tanganmu,dan mendengarku dengan pendengaranmu,tapi teruslah ingat bahwa doa-doa ku untuk mu akan terus ada.

Sebagaimana air yang akan terus mengalirkan dedaunan ini,hingga benar-benar tak tersisa sedikit pun lagi yang bisa membuatnya tetap bergerak

16042014(002)

Siapun engkau,duhai ikhwan yang akan menggenapi separuh din
kakak ku,
Tika Herningrum
Aku mohon…
Jagalah ia,temanilah ia,dan bawalah ia ke surga Nya kelak bersama mu🙂

dengan cinta yang tak kan pernah habis,
Riza Apriani