“Van,hari ini mbak Riza ke rumah Ervan ya?” 
“Ya mbak. Ayook mbak!”

Alhamdulillah akhirnya setelah beberapa hari yang lalu pernah janji untuk kunjungan rumah yang istilah kerennya itu home visit,terlaksanakan juga. Sahabat,ini adalah home visit pertamaku loh #ciee… Yang pertama selalu memberikan kesan yang sangat mendalam. Anda setuju?  Jadi,sudah ketebak tulisan kali ini akan bercerita sedikit tentang  visite men-visite ku

Baiklah,opera visite men-visite ini akan ku bagi menjadi tiga bagian,yaitu pelajaran,kebahagian dan rezeky yang ku peroleh darinya. Yang pertama ,yaitu pelajaran. Pelajaran  berharga yang kudapat langsung dari sang tokoh utama hari ini,yaitu Ervan. Ceritanya begini,sewaktu akan berangkat ke rumahnya Ervan,eh si Ervannya ternyata bawa sepeda. Melihat sikonnya seperti itu,aku pun langsung dong bertanya,

”Van,rumahnya jauh ta Van?”
“Ndak kok mbak”
“Beneran yo Van? Yowes kalo gitu.”

Nah sahabat ini lah pelajaran berharga itu. Ervan sama sekali tidak menaiki sepeda,tapi malah menuntunnya

“Van,sepedanya bocor?”
(seseorang di tengah jalan bertanya padanya)
” Ndak &*%#$ ^>?….. “
(selanjutnya menggunakan bahasa Jawa yang tidak ku mengerti itu apa)

Subhanallah,kepekaan yang luar biasa. #Bayangkan masih kelas 1 SD loh sahabat. Walaupun di kelas agak gimanaaa gitu. Tapi,sungguh hatinya sangat super duper lembut dan pekanya. Melihat mbak nya jalan kaki,dia enggan menaiki sepeda.

Setiap anak itu tercipta dengan kelembutan yang luar biasa

Selanjutnya kebahagian. Ternyata begini ya rasanya ketika kita bertemu dan ngobrol dengan para orang tua. Bertemu dengan mereka yang mempercayakan sebagian pengasuhan dan pendidikan anak-anaknya kepada kita itu… Sungguh,subhanallah luar biasa deh. Kita bisa saling bertukar informasi tentang anak-anaknya,mengenal keluarganya lebih dekat,bahkan bertemu dengan para tetangga disekitarnya.  Subhanallah,seperti mendapatkan keluarga baru. Jikalau harus diuraikan dalam kata-kata,tidak cukup rasanya berlembar-lembar halaman microsoft word ini. Jadi,rasakan sendiri saja ya? haha

Yang terakhir,rezeky yang luar biasa. luar biasa? Hmm.. Sebenarnya bertemu dengan bundanya Ervan,neneknya,tantenya,sepupu-sepupunya adalah sebuah rezeky yang sudah lebih luar biasa dan tidak ternilai. Keluarga baru. Nah,tapi ada rezeky tambahan lagi nih. Apa itu?

“Mbak bisa ngajar habis magrib?”
“InsyaAllah,bisa Bu. Tapi ada beberapa hari yang Riza ndak bisa,Bu.”
“Ya sebisanya saja Mbak.”
Alhamdulillah,satu lagi amanah baru,4 orang sahabat kecil

Rezeky yang selanjutnya,sahabat bisa tebak apa? Ya betul sekali,dapat oleh-oleh dari bunda dan neneknya Ervan. Kata bunda ini adalah oleh-oleh perkenalan. Bunda,bunda.. terima kasih

***

Begitulah cerita dari TPQ telaga Al-kautsar ku hari ini