“Kebahagian belum tentu selalu terselip pada hal yang besar. Ada kalanya yang kecil itu pun menyuguhkan kebahagian yang jauh lebih luar biasa”

 6 maret 2014

Hari ini,setelah kelas pagi yang subhanallah luar biasa,hampir 2 jam lebih non stop selesai,kelas berikutnya akan dilanjutkan pukul 12.30,ba’da zuhur. Itu artinya bisa istirahat sejenak di kost an yang bertetangga dengan kampus. Tinggal guling atau loncat tembok langsung deh mendarat di kost an😀 #Eh tapi hal ini belum pernah ku lakukan loh ya -_- Mungkin suatu hari nanti

Tepat ba’da zuhur,aku bersama sahabat kost ku,Eci,segera bergerak cepat menuju kampus. Sekedar menginformasikan,mulai hari ini kami sepakat untuk datang lebih awal,setengah jam sebelum kelas dimulai. Sebenarnya 3-5 menit bisa tembus  ke kampus . Datang ke kampus 5 menit sebelum kelas dimulai,atau tepat saat kelas dimulai,bahkan lebih dari itu, sering kami lakukan,duluuu… Tapi sekarang,sudah cukup rasanya terlambat menjadi bagian dari hidup kami. Kini tidak bisa lagi seperti itu. Persaingan semakin ketat. Setiap paginya harus berpacu dengan 110 an mahasiswa untuk mendapatkan posisi terbaik saat perkuliahan. Posisi menentukan prestasi (teori yang diragukan kebenarannya -_-) Jadi intinya,harus datang lebih awal.

Loh,kebahagian yang jadi topik tadi mana? Kok dari tadi isinya curhatan belaka? Dan tidak penting lagi. -_-

Sabaaar… Ini,di sini nih… Saat Riza akan memasuki gerbang kampus yang berukuran kira-kira 40-60 cm. Eits,jangan heran jika gerbang nya  pas-pasan atau bisa dibilang kecil. Karena ini gerbang,bukan sembarang gerbang. Ini adalah gerbang yang terletak paling dekat dengan kost an ku. #Eh kok jadi ngomongin gerbang? -_-

Kami di sini membaca,bukan ingin tahu tentang gerbang,tapi kebahagian yang sedari tadi dikoarkan sesumbar. -_-

Iyaaaa baiklah..

Detik-detik ketika kakiku ingin melangkah melewati gerbang kampus,maka kebahagian itu pun muncul. Tiba-tiba ada teriakan dari sebuah sepeda motor yang jika dituliskan berbunyi seberti ini “Mbak RIZAAAAAAAAAAA!” Reflek aku menolah dong ke sumber suara dan memastikan memang ada yang menyebut nama ku. Dan memang ada,but who?

Berambut pendek dan memiliki  suara yang agak melengking. Karena kecepatan mataku dalam menangkap berkas cahaya yang ditinggalkan pemilik suara itu kalah cepat dengan kecepatan motor yang membawanya. Alhasil,itulah dua-duanya clue yang dapat membantuku menebak siapa dia.Berambut pendek dan memiliki  suara yang agak melengking #Kalau yang berambut pendek,bukankah itu Izzah ? Aku menduga dia adalah Izzah,si imut kesayanganku,berdasarkan kemiripan potongan rambut yang ia miliki . Tapi Eci memberikan pendapat yang berbeda. Dia bukan Izzah tapi Fayruz. Fayruz,si anggun yang penuh pesona. Fayruz atau Izzah? Siapakah diantara dua makhluk kecil itu?

Ba’da ashr,disela proses belajar 

“Fayruz,yang tadi nyapa mbak Riza ya dari motor?” #eh PD banget sih mbak,hihi ..😀
dengan senyuman khas malu-malu kucing, ia menjawab “Iya”
“Wah.. Fayruz mau ke mana tadi?
“Mau pulang”
“Habis dari mana?”
“Habis ambil salep sama ayah mbak”
“Oh jadi Fayruz nemenin ayah ambil salep ya? Salep apa?”
“Salep buat dijual di rumah”
“Oh…Trus siapa yang beli salep nya?
“Yaa… orang yang butuh salep mbak”

Pertanyaan terakhir adalah pertanyaan yang sangat ku sesali kenapa harus terlontar dari bibirku. -_- Selain tidak relevan dengan pertanyaan-pertanyaan sebelumnya,ya jelaslah yang mau beli salep orang yang butuh salep. ckckc…Malu-maluin aja Za -_- Mana Fayruz masih TK lagi #Eh apa kelas 1 ya,lupa 😀

Begitulah kebahagiaan yang luar biasa yang ku dapatkan hari ini.
Hayooo tebak di mana letak kebahagiaannya??

Mungkin bagi sebagian orang apalah artinya sebuah sapaan. Apalagi sapaan dari seorang anak kecil. Sapaan mereka yang sesama “dewasa” pun terkadang juga dianggap tidak penting. Lalu yang penting apa? 

Butterfly

Tahukah dikau sahabat,ketika seorang anak kecil mengingatmu dan bahkan menyapamu,maka kau tahu itu pertanda apa? Pertanda kau boleh memasuki kebun hatinya. Tempat,di mana kau bisa menanam apa saja yang kau suka di dalamnya. Kau yang menanam dan ia yang  akan menyirami bibit yang telah kau tanam itu  setiap harinya.

Tidakkah itu cukup membuat mu merasakan kebahagian yang luar biasa?

#catatan TPQ Al-kautsar,Riza