“Bagaimana  jika nanti mereka tidak menyukaiku?”
“Bagaimana jika aku tidak bisa menyentuh hati mereka?”

Pertanyaan-pertanyaan yang selalu menguntitku sepanjang perjalanan menuju Kampung Edukasi.
Kampung Edukasi,tempat di mana cerita cinta selanjutnya akan dimulai.

305754_133885433379681_113517222083169_131854_1130793319_n

Siang itu,aku bersama sahabatku Eci menaiki mobil pribadi alias angkot/bemo lyne WK,pergi menuju daerah Keputih Tegal. Maklum,anak baru yang tidak begitu memahami lalu lintas Surabaya. Jadi,masih agak sedikit takut mengendarai sepeda motor. Di samping karena kami tidak mempunyai sepeda motor, dan jika pun ada,jujur aku tidak bisa mengendarainya,hihi..#Loh jadi curhat -_-.

Sudah mendekati ITS,tapi Keputih tegal itu di mana ya?

Kami pun memutuskan untuk turun di dekat terminal bemo Keputih. Karena berdasarkan informasi yang didapat dari pak supir,daerah di mana kami sekarang berhenti dalah Keputih Tegal. #Oke,baiklah kami turun Pak. Alhamdulillah,terima kasih telah mengantarkan kami dengan selamat ya Pak🙂. Nah yang jadi permasalahan sekarang ialah meskipun sudah berada di daerah Keputih Tegal,kami tidak tahu di mana itu Keputih Tegal RT 05,tempatnya Kampung Edukasi. Alhasil,jadilah kami berjalan menyusuri jalanan dan bertanya kepada beberapa orang yang ditemui.

Pak,Keputih Tegal RT 05 itu di mana ya?”
“RT 05 ya?”
“Hmm…”
Bapak itu berpikir sesaat
“Gang berapa yaa mbak?”
“Wah gang nya kami kurang tau pak,yang jelas RT 05,Pak”
“Hmm.. Mungkin ke arah sana mbak. Coba aja jalan lurus dan terus,Mbak. Saya juga kurang tahu di mana RT 05.”
Ah dasar si Bapak

Pukul 03.00
Waktu yang dijanjikan dan kami,masih tertatih mencari di mana itu Kampung Edukasi.

Perjuangan pencarian tempat yang hilang kembali dilanjutkan ba’da ashr. Di perjalanan,kami bertemu dengan seorang ibu-ibu yang tiba-tiba mengusulkan agar kami bertanya pada ketua RT,yang kebetulan tengah duduk di warung. Pastinya beliau tahu.#Ide yang cerdas dan cemerlang! Terima kasih Ibu🙂 Kami pun langsung meluncur ke TKP. Di tengah perbincangan dengan pak RT,tiba-tiba saja angin mengantarkan sebuah gelombang suara dari seberang jalan. #Wah..ternyata itu adalah suaranya teman-teman IYEs yang berangkat dari ITS. Alhamdulillah,akhirnya…

Di Kampung Edukasi
Sebagian adik-adik telah berada di depan masjid,tempat yang kini selalu menjadi pusat kegiatan IYEs dilakukan. #Subhanallah,wajah-wajah ini mengingatkan ku setahun yang lalu. Saat pertama kali terjun ke palanetnya anak-anak.

 Untuk membuat adik-adik manut pada kita,ternyata membutuhkan perjuangan yang ekstra ya🙂

Menakhlukkan adik-adik . Ini adalah tantangan pertama #batinku. Mereka yang sudah berkumpul dengan massa yang cukup banyak. Mereka yang masih berlari-lari. Mereka yang masih bergelut dengan temannya. Mereka yang masih duduk-duduk dan agak sedikit malu-malu untuk bergabung,harus segera di control. Tapi bagaimana??

Akhirnya,suara itu datang dari kak Ranti,

“Adik-adik!! Hari ini kita akan membuat mobil tiup. Siapa yang mau ikutan?”
“Aku kak! Aku kak! Aku kak!”

Wah.. kak Ranti emang jagonya nih😀
Langsung deh seketika itu kak Ranti dikerubungi adik adik,sang semut-semut kecil,hihi

MasyaAllah mereka begitu antusiasnya. Saling berebut mengambil peralatan yang dibutuhkan dari tangan kak Ranti. Dan saking antusiasnya si adik-adik,aku jadi bingung saat salah seorang diantara mereka dengan sekejap mata mendekat dan bertanya perihal bagaimana membuatnya. #Haduh… aku juga belum begitu paham dik. Maklum belum ada latihan membuat mobil tiup ni…

Namanya mas Zaqy.
“Mas Zaqy,kita,bikin rodanya dulu ya! Yuk,tutup botolnya dilubangi”
“Iya kak!”

Dan sedetik setelah itu, datanglah segerombolan adik-adik lainnya yang minta untuk diajarkan juga. Oh tidaaaak!! Bukannya apa-apa. Tapi ada satu hal yang membuatku merasa sedikit terbebani,yaitu mereka menggunakan Bahasa Jawa. #Aduh! Aku ora iso Bahasa Jawa dik! Aku kan gadih Minang,asli Padang,tapi bukan dari Rumah Makan Padang,hihi… Mau tidak mau,aku harus berpura-pura mengerti saat mereka berbicara. Hingga sampai pada titik puncak kefrustasian akan bahasa mereka,aku akhirnya meminta bantuan pada kak Putri untuk menerjemahkan apa yang mereka ucapkan. #Terima kasih kakak 🙂 Kak Putri pun juga menjelaskan kepada adik-adik bahwa aku tidak bisa Bahasa Jawa. Sehingga ketika adik-adik ingin berkomunikasi dengan ku,harus menggunakan Bahasa Indonesia. #Asik….. kak Put memang mengerti aku. Tapi,tetap saja. Mereka berbahasa Jawa.#Hufh… Ya sudahlah mungkin aku memang harus mulai terbiasa dengan bahasa Jawa dan mempelajarinya.  Who knows,aku akan tinggal untuk waktu yang lebih lama di sini,hihi… Wallahu’alam

Saat adik-adik membuat mobil tiup,tentu banyak hal yang terjadi. Ada yang rebutan tutup botol,lidi,dan juga gunting. Yah.. Mungkin itu adalah kesalahan dari kami kakak-kakak yang tidak mempersiapkan alat yang memadai # Maafkan kami ya adik-adik

Berikut ada penggalan cerita akibat keterbatasan alat.

“Arya dan Fahmi berdua aja sih ya bikin mobilnya? Kan Fahmi punya tutup botol dan lidi 2,Arya juga. Jadi,di gabung saja.”
“Moh aku kak!”
“Kalau gak mau,trus mobilnya gak jadi dong.”
“#$@!%&*^———” (Menggunakan Bahasa Jawa,yang aku tidak mengerti apa itu)

Setelah perseteruan yang cukup panjang (sampai terjadi saling ambil juga loh,hihi) dan usaha pencarian kelengkapan masing-masing yang tidak kunjung bertemu,akhirnya mereka berdua memutuskan untuk menjadi sebuah tim. #Haduh …Kenapa tidak sedari tadi saja dik. ckckckckc -_-

Sejenak aku memperhatikan aktifitas yang kami lakukan saat itu. Subhanallah indah dan menyenangkan. Walaupun ada teriakan di sana sini,”Mana guntingnya kak!”,”Ini tutup botolku!”,”Kak,si fulan ngambil lidi ku kak!” dan juga disempurnakan dengan Bahasa Jawa yang sangat roaming bagiku,namun semuanya bermetamerfosa menjadi para kupu-kupu yang indah.

happy-children

Saatnya mobil tiup dipertandingkan…
Setiap adik-adik telah bersiap dengan mobil jagoannya masing-masing. #Ada juga yang sudah tes drive loh. Wah… Nah,pertandingan mobil tiup kali ini dipandu oleh kak Mustafa,yang mana sebelum pertandingan dimulai,kak Mus menjelaskan beberapa peraturan yang harus dipatuhi oleh adik-adik., Dan namanya peraturan tinggal peraturan. Meskipun sudah dijelaskan,tapi masih juga ada yang berbuat curang -_-. Yang balonnya di dorong lah,di tendang. Yasudahlah yang penting semuanya senang dan bahagia. Betul?

Finally, keceriaan dan kegiatan hari itu ditutup dengan rapat evaluasi di ITS,kampus yang memiliki ruh kehidupan setiap waktunya #eits.. Bukan promosi ya.hihi.. Dan sebelumnya,kita,kakak-kakak IYEs Alhamdulillah magrib-an dulu di masjid Manarul Ilmi ITS.

-The End-
Riza Apriani