Jangan pernah abaikan permintaan dari seseorang,
siapapun itu,dan se-sepele apapun permintaannya.
Penuhilah permintaan itu.
Karena mungkin saja itu adalah permintaan terakhirnya yang ia pinta darimu.

Mama,papa,adik-adikku,serta para sahabat,
maafkan aku yang telah banyak mengabaikan permintaan kalian semua

“Za,tolong beli kan Rin hanphone itu ya,yang warna ungu. Nanti uangnya Rin ganti . Kapan Za ke sini lagi,jangan lupa dibawakan ya!” Begitulah pintanya saat terbaring lemah dengan berbagai peralatan medis yang melingkar di tubuh.

Melihat wajahnya,jujur saja, kala itu aku tidak sanggup untuk menolak permintaan tersebut. Lidah seakan kelu untuk mengucapkan,Rin,maaf ya. Riza ndak bisa memenuhi permintaan Yorin.” Sungguh,aku merasa berada dalam posisi yang sangat menyulitkan. Di satu sisi aku takut permintaan itu tidak bisa ku penuhi. Di sisi lain,aku tidak tega menggoreskan luka pada hati yang sedang tersenyum.

Hingga akhirnya,dengan sedikit  keraguan aku mengiyakan permintaan itu

Setelah hampir seminggu,belum juga bisa ku penuhi permintaan tersebut. Bukannya waktu dan kesempatan itu tidak ada. Ada. Bahkan aku sempat mampir dan bertanya di salah satu tempat perbelanjaan yang menjual berbagai jenis hanphone. Namun,entah kenapa tiba-tiba saja aku mengurungkan niatku. Entah apalah alasan ku saat itu. Aku pun bingung.Dan tahukah engkau sahabat,keputusan itu menjadi penyesalanku hingga detik ini.

Bukan nya keputusan itu yang salah.
Karena sejatinya tidak ada keputusan yang salah,selama ia memiliki alasan yang kuat.

Hanya berselang beberapa hari,2 atau 3 hari,
sebuah pesan kepergian hadir di inbox ku

Ya,dia telah pergi
Mennggalkan permintaan terakhir bersama duka ku