Renungan

kematian

Pagi cerah di bawah langit pahlawan,
ada ingatan tentang sebuah kematian

Kullu nafsin dzaa iqotulmauut
“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati”
QS. Ali-imran (3) :185

journey_zpsa923a559

Setiap kita memiliki limit waktu,
Tidakkah dirimu merasakan bahwa limit itu akan mendekati nol?

Saat duduk di bawah pohon memandangi aktifitas lalu lintas yang sudah mulai padat pada pagi itu,tiba-tiba dari arah kananku melintaslah sebuah mobil ambulance dengan teriakan khas pertanda emergency. Teriakan yang tidak sedikit akan membuat kita menjadi merinding.

Melihat ambulance tersebut,aku terbayang sebuah video kepanikan yang terjadi di dalamnya. Pasti akan ada di sana,seorang anak manusia yang tengah terengah-engah mengemasi molekul oksigen,sebagai lakon utamanya. Dan juga,pasti akan ada beberapa orang keluarga yang mulai menangis dalam lantunan doa , yang menggenggam erat jiwa yang akan pergi. Bukankah begitu?

Sahabat,sekarang coba bayangkan,
jikalau anak manusia yang berada dalam ambulance itu,
yang tengah berjuang mempertahankan tali kehidupan dunia,
ia adalah kita.

Apa yang kau rasakan?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s