Ya Rabb… Dekaplah aku yang mulai rasakan lelah ini

7466804_orig

Ujian itu dimulai ketika,
“Info dari ustadz Fathurrohman bahwa belajar Arab tiap selasa pekan ke 1,2,3. Selasa pekan ke 4,udah lama ada agenda tetap. Jadi ukhtifillah,pekan ini libur. Nanti tidak ada kelas Bahasa Arab.”
Begitulah kira-kira pesan singkat yang ku terima dari Mbak Dida beberapa jam sebelum biasanya aku telah beranjak pergi untuk menghadiri kelas. Pesan yang seakan merontokkan seluruh sayap-sayap semangatku yang telah mengepak. #Ciee… Walaupun tugas yang diberikan si ustad belum selesai,tapi dengan tidak adanya kelas yang juga berarti tugas tidak dikumpulkan,justru membuatku sedih. Bukannya bahagia seperti saat tugas kuliah yang tidak jadi dikumpulkan . Ya sudahlah… mungkin belum rezeky ya..

Hari Rabu
Di sela peristirahatan di hari libur,sahabatku Eci mengabarkan bahwa Ibu dr. Hani berhalangan untuk mengisi kajian. InsyaAllah akan diganti pada hari Senin pekan depan. #Yah… Padahal hati yang mulai keropos ini sangat rindu sekali diisi oleh kalsium ilmuNya yang dititipkan pada Bu Hani. Umm… Mungkin perlu bersabar dan berusaha mengkaji ilmuNya sendiri dulu kali ya…

Ujian pun tidak berhenti pada pembatalan kajian saja. Berikutnya adalah ujian hati. Ujian yang sungguh menguras energi jiwa dan pikiranku seharian penuh. Membuat tubuh serasa tak berdaya akibat lelah hati yang berkepanjangan. Astaghfirullah…

Hari ini,Kamis
Semua ujian hati yang masih tersisa memuncak dan berakumulasi menjadi  sebuah kemalasan yang luar biasa. Bayangkan,tak ada satu hal yang berguna pun,yang ku hasilkan hari ini. Dan kemalasan itu ditutup oleh kabar ba’da magrib,
“Assalamualaikum,disebabkan suatu hal,mohon maaf ptt ikadi gubeng minggu ini diliburkan. Semoga senantiasa didekatkan dengan Al-Qur’an. Jazakumullahu khairan katsir.”
Ujian yang begitu sempurna

Di saat hati yang kesakitan ini begitu rindu dirangkul dengan kalimat-kalimatMu,
Engkau justru mengujiku dengan ujian tanpa henti.
Ya Rabb…