Saat ia mengenal huruf pertama kalinya…

“Adik sayang,yuk kita belajar membaca!” -tidak ada jawaban
“Adik bujangku,di mana buku membacanya?” tidak ada jawaban lagi
“Fahrul,ayoook lah… Udahan dulu ya nonton tv nya?Sekarang kita belajar dulu yaa!” lagi dan lagi tidak ada jawaban #emosiku mulai terjerat
“Fahrul Gustyan Rezky,ayoklah membaca dulu!” – tit.. TV pun ku matikan dengan paksa #sudah EMOSI ini!
“Arrghh.. kak i!!! Tunggulah sampai iklan!”
“Oh.. TB! tidak bisaaaaa! Sekarang belajar dulu!”

Belajar mengaji…
Dulu,tiap kali ia kembali dari sekolahan,satu hal yang tak pernah absen ku tanyakan ialah

“Rul,gimana Iqra’ nya? Lancar?”
“Di suruh teacher ulang tiga kali kak ”
“Hufh.. Arul sih tadi malam ndak mau ngaji!”
“Habisnya,tadi ngaji sama teacher Riri (eh apa teacher Elfi ya,lupa),jadinya susah kak. Disuruh ulang lagi deh.”
 “Wah..dasar banyak alasan -_-.”

Ba’da maghribnya…

“Rul,yuk kita ulang lagi bacaan Iqra’ nya?
“ Iyaaa.. Tapi diulang satu kali aja ya kak?”
“Lah.. Bukannya disuruh teacher ulang tiga kali?”
“Iya,tapi Arul mau nonton TV kak!”
“Eh.. Ngaji dulu lah anak pintar!”
“Iya… Tapi…”
“Udah baca saja.”
“Satu kali ya?”
“Iyaaaaa…” #”iya” nya masih dipertanyakan. Apakah sebenarnya “iya” atau bukan. Ini  adalah sebuah janji! 

Ketika belajar shalat

“Arul sudah shalat?”
“Shalat apa kak i?”
“Shalat Zuhur.”
“Berapa raka’at?”
“4 raka’at.”
“Yang pertama atau yang ke dua kak?” (yang dimaksud dengan yang pertama adalah shalat zuhur dan yang ke dua adalah shalat ashar. Saat itu ia masih belum hafal nama-nama shalat)
“Eh… Arul capek,kak!”
“Loh,nanti buku shalatnya kosong,gimana? Hayoo… Ntar nilainya jelek,gimana?”
“Hmm… Tapi…”
“Ayo,shalat dulu! Nanti kakak isikan buku shalatnya.” –rayuan yang paling jitu,hehe…
“Ok!”

Ia pun kemudian bergegas mengambil wudhu.
“Kak i,pertamanya,apa yang harus dicuci,kak?”
“Telapak tangan.”
“Trus?”
“Mulut.”

Kemudian ia membasuh kedua tangannya
“Eh,cuci muka dulu,Rul!”
“iyaa.. iyaa -_-“

Fahrul

Itulah Fahrul ku,adik bungsu berusia 6 tahun.
Satu-satunya adik lelaki yang sangat ku cintai.

Sudah hampir 4 bulan,telinga ini tidak dimanjakan dengan rengekan dan tangisannya. Sudah selama itu pula,gangguan dan teriakannya yang luar biasa itu tidak mengusikku.
Wah… Jadi rinduuu…