Catatan bidan Riza,2011
ketika kita menyangsikan air mata dan lukanya seorang lelaki,
inilah bukti,bahwa air mata dan luka itu juga pernah singgah pada diri mereka …

Aku belum pernah melihat air mata yang begitu tulus melebihi air matanya seorang suami ketika hanya mampu melihat sang istri disengat oleh jutaan rasa sakit saat persalinan sedang ia tidak bisa memerintahkan rasa itu untuk berpindah pada tubuhnya.

Aku belum pernah melihat luka yang lebih dalam melebihi lukanya seorang ayah/calon bakal ayah ketika hanya dapat mengamati bayi kecilnya tengah berjuang menggapai nafas untuk hidup sedang ia tidak mampu menukar kehidupan itu dengan kekuatannya.