Jika buku yang kita beli,dalam perjalanan perhalamannya,ditemukan beberapa hal aneh, seperti cetakan yang kabur,halaman yang kosong atau terbalik,kertas yang terlipat,dan sebagainya,gimana dong? Buku baru loh ini… hayoo… Kebanyakan,mereka yang perfeksionis (termasuk diriku😀 ),masalah teknis seperti itu,dapat menurunkan nilai presentasi sebuah buku. Ada sesuatu yang hilang katanya,kesempurnaan. Bukankah begitu para perfeksionicers? hihi… Meskipun telah diteliti pada tiap sisi dan disortir dari sekian banyak cetakannya, yang terbaik di antara yang baik pasti akan ada setidaknya satu kekurangan. Bukan kita tidak bisa atau salah memilih. Namun begitulah adanya.

Seperti halnya memilih buku,begitu juga sahabat hati

Dari sekian banyak proposal ta’aruf yang datang silih berganti (wah…gayaaa nyaa.. haha),hanya akan ada satu yang benar-benar membuat Arsy berguncang karena perjanjian berat itu. Dialah sahabat hati. Kata mereka yang telah mengalaminya,awal kehidupan itu ibaratkan membuka lembaran sebuah buku baru yang sedikit atau banyak di luar ekspektasi kita. Sosok yang insyaAllah begitu yakin kita pilih menjadi sahabat hati,ternyata memilki banyak sekali kekurangan,yang kadang tidak bisa ditolerir. Namun sahabat,di sinilah keikhlasan hati kita dipertanyakan eksistensinya  untuk mengakui bahwa tidak ada yang sempurna,kecuali Allah azza wa jalla🙂 Jadi,bukan kesempurnaan yang kita cari,tapi melengkapi kekurangan itu dan membuatnya mendekati sempurna

Ketika kekurangan tak menghalangi hadirnya sebuah kesempurnaan,inilah cinta yang bertasbih
-Prof. Taat