“Remaja,Keluarga,dan Rahasia Jodoh”. Inilah tema talk show bersama Ustad Felix Siauw yang diadakan di UneSa,20 Oktober 2013. Dari judulnya mesti penasaran ya? Apalagi bagi yang udah berkepala 2 alias 20 tahun ke atas,tema seperti ini pantang sekali untuk dilewatkan,hihi… Berhubung berkesempatan hadir,nah kali ini sedikit aku ingin berbagi beberapa kutipan dari hasil inspirational share with Ustad Felix itu. Check these out!
catatan : sedikit dimodifikasi dalam penyampaian,tapi insyaAllah esensinya sama kok😀

SONY DSC

Perempuan merupakan ancaman/bahaya bagi Islam. Hah?! Kok gitu sih ust? Belum selesai si ustadnya ngomong heh,sabaaar… Tapi,perempuan juga merupakan potensi terbesar untuk kejayaan Islam. Antara ancaman dan potensi. Di manakah posisi kita,saudariku?

Membina keluarga saat pernikahan itu TELAT. Mempersiapkan pernikahan saat ta’aruf itu TELAT. Trus kapan dong yang pas waktunya ust? Ya dari sekarang! Saat kaki masih mondar-mandir mencari jalan,hehe.. Maksudnya sebelum kita memulai langkah pada step-step tersebut. Ustad felix saja mempersiapkan diri untuk menikah,hampir 4 tahun loh. Nah kita??

Orang yang sama-sama mencintai sesuatu,maka mereka akan saling mencintai. Orang yang sama-sama mencintai Allah,maka Allah akan membuat mereka saling mencintai.

Hati seorang manusia tidak akan pernah bisa adil. Ia akan condong pada salah satu. Begitu juga hati seorang ayah. Beliau akan jauh lebih mencintai anak perempuan dari pada anak lelakinya. Kenapa? Karena cintanya anak perempuan akan terhenti saat ia menikah,tapi cintanya anak lelaki akan selamanya pada orang tua. Itulah kenapa seorang ayah terkadang menitihkan air mata saat menikahkan anak perempuannya. Karena hal itu berarti tugasnya telah berakhir. Dan akan dilanjutkan oleh dia yang ia percayakan sebagai penggantinya.

Seorang perempuan,terutama istri,sangat mempengaruhi bagaimana suaminya. Jika istrinya salah,maka suami akan ikut terseret ke jurang kesalahan juga. Dan sebaliknya. Sebuah fakta : Dibalik laki-laki yang kuat,ada perempuan yang hebat.

Islam bukannya tidak memperbolehkan perempuan berkarir. Islam justru memperbolehkan. Apalagi pada bidang-bidang di mana eksistensi perempuan itu sangat dibutuhkan. Misalnya seorang perawat,bidan,dan dokter kandungan. Nah,tapi ada tapi nya ni.. Tapi akan lebih mulia jika seorang perempuan itu tidak melupakan fitrahnya,sebagai Ibu rumah tangga.

Menjadi ibu rumah tangga adalah suatu pekerjaan yang sangat mulia. Pekerjaan yang memilki banyak tantangan,paling susah,dan tidak mengenal batas waktu. Non-stop 24 jam,7 hari,4 minggu,12 bulan,dan seterusnya,seterusnya… Proud of being housewife because jannah is waiting for you there!

Langkah pertama saat kita memilki seorang anak ialah jangan pernah fasilitasi anak dengan TV. Kenapa? Berdasarkan hasil penelitian,menonton TV dapat memperlambat kerja otak,hampir mencapai 14 % untuk program-program tertentu (maaf tidak boleh menyebutkan merk,hihi…) So,bagi yang udah memilki anak dan TV di rumah,gimana dong ust? Yasudah TV nya dibalik dan dijual saja,haha…

Ibu merupakan penentu karakter si anak. Jika ibunya baik,maka anaknya InsyaAllah akan baik pula. Contohnya,Rasul kita Muhammad SAW yang dilahirkan oleh seorang ibu yang sangat kuat dan mulia,Aminah. Fatimah,putrinya Rasulullah,yang lahir dari seorang perempuan yang begitu setia mendampingi suaminya di jalan dakwah,saat tak seorang pun di sana bersama beliau. Imam Syafi’I,seorang penghafal Al-qur’an yang lahir dari seorang ibu yang juga penghafal Al-Qur’an. Subhanallah dan masih banyak lagi contoh lainnya.

Terakhir…
Ada satu hadist yang disampaikan ustad Felix yang menurutku bisa diterapkan di dalam kehidupan rumah tangga,jika suatu hari mengalami sedikit benturan. Akan lebih baik,jikalau hadist ini juga dihafalkan ya sahabat,baik yang sudah menjadi istri ataupun calon istri,hehe…

Diriwayatkan dari Anas bin Malikradhiyallaahu ‘anhu dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda:

أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِنِسَائِكُمْ فِي الْجَنَّةِ؟قُلْنَا بَلَى يَا رَسُوْلَ الله كُلُّ وَدُوْدٍ وَلُوْدٍ، إِذَا غَضِبَتْ أَوْ أُسِيْءَ إِلَيْهَا أَوْ غَضِبَ زَوْجُهَا، قَالَتْ: هَذِهِ يَدِيْ فِي يَدِكَ، لاَ أَكْتَحِلُ بِغَمْضٍ حَتَّى تَرْضَى

“Maukah kalian aku beritahu tentang istri-istri kalian di dalam surga?” Mereka menjawab: “Tentu saja wahai Rasulullaah!” Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Wanita yang penyayang lagi subur. Apabila ia marah, atau diperlakukan buruk atau suaminya marah kepadanya, ia berkata: “Ini tanganku di atas tanganmu, mataku tidak akan bisa terpejam hingga engkau ridha.” (HR. Ath Thabarani dalam Al Ausath dan Ash Shaghir. Lihat Ash Shahihah hadits no. 3380)

Alhamdulillah
semoga bermanfaat sahabat