Cerita dari Pare …

Apakah yang akan sahabat lakukan,jika suatu  ketika saat ruh belum seutuhnya kembali ke jasad,kita diharuskan bertemu dan berpapasan dengan seorang maling. Teriak MALIIING? Menjerit minta tolong? Memukulnya dengan sapu? Atau…

Inilah salah satu hal terbodoh yang pernah ku lakukan dalam beberapa tahun terakhir kehidupan.

Pukul 3.45,bersama room-mate ku Echi,di tengah sunyinya malam kami berusaha memaksakan ruh untuk kembali ke peraduannya. Awalnya semua terasa berat sekali bagiku. Kelopak mata yang serasa dijahit dan juga tubuh yang serasa ditempeli lem super lengket. #MasyaAllah ngantuuuknya. Tapi,ketika Echi telah memulai langkah pertamnya,aku pun seperti dikejutkan oleh sengatan listrik dan langsung bergegas mengikut di belakang dengan kesadaran yang masih mengambang di udara. #Tidak kubiarkan Echi bermunajat sendirian. aku harus menjadi pesaingnya,hihi. Bayangan Echi dari kejauhan,tampak mulai menghilang. Tinggalah aku di belakang dengan langkah yang masih sedikit agak berat.

Beberapa langkah meninggalkan kamar,tiba-tiba kakiku membeku. Sesosok bayangan di depan yang bisa dipastikan bukanlah Echi,sempat mengagetkanku. Aku coba memfokuskan penglihatan tanpa kaca mata silindris minus 2 pada sosok itu. #Ya ampun,betapa blurnya wajah di depan sana. Dari hasil pengamatan,sepertinya dia adalah  salah seorang teman yang menempati kamar pada lantai 1. Sedikit merasa bingung. #Loh,kenapa mbak Widya ke kamar mandi yang bagian atas ya? Bukannya kamar mandi di bawah oke oke saja? Hmm… ”-deep thinking. Ah,mungkin saja ada sesuatu yang harus beliau ambil,jangan suudzon dulu heh. Akupun kembali berjalan menuju bayangan yang ku asumsikan mbak Widya itu. Kami pun kian mendekat seperti halnya kutub utara dan selatan sebuah magnet. Ketika bayangan itu kian jelas terlihat.

Hah?!! Apa? Seorang laki-laki!! Astaghfirullah … Laki-laki di lingkungan camp perempuan. Dini hari ini? Ada apa ini? Siapa dia?

Keterkejutan ku akan hadirnya orang asing itu,ternyata tidak begitu mendidihkan otak yang memunculkan banyak spekulasi. Dengan wajah yang masih datar,aku hanya memperhatikannya berlalu dari pandanganku. Hingga Echi keluar dari kamar mandi dan dengan polosnya,aku berkata,

“Ci,beberapa detik yang lalu, aku berpapasan dengan seorang laki-laki di sini,Ci!”
“Ha?!! Lalu,kemana perginya dia,Za ?”
“Wah.. tidak tahu Ci. Dia turun melalui anak tangga itu,lalu hilang.”
“Ya Allah.. itu maling zaaaaa!”

MALIIIIIIING !!!
teriakan keras dari bangunan sebelah

Eh,jadi beberapa menit yang lalu,aku bertemu dan berpapasan dengan  seseorang yang akan melakukan tindakan criminal. Dan satu hal yang kulakukan saat itu hanya memperhatikan dan membiarkannya berlalu tanpa action sedikitpun. Ya Allah,betapa sangat apatisnya diriku.