Ceritaku

uniknya kita

Ketika seseorang tengah berbahagia,mereka cenderung ingin membagi kebahagiaan pada siapa saja yang mereka inginkan. Menceritakan pada siapa saja yang mereka temui. Kadang,dirimu sebagai pendengar juga dituntut untuk memberikan respon  yang sama terhadap apa yang mereka rasakan. Ucapan selamat dan sebagainya,mungkin perlu juga kau sematkan di tengah kebahagiaan tersebut. Jangan suudzon. Itu semua karena mereka ingin kau juga mencicipi kebahagiaan yang mereka rasakan.

findhappiness

Tapi berbeda halnya,ketika mereka  dikerubungi embun kesedihan. Mereka lebih memilih untuk membangun tembok-tembok besar sebagai penghalang. Sehingga membuatmu tidak dapat menjamah,meskipun sehelai kesedihanannya.

Tahukah kenapa?

Begini… Faktanya,mereka yang tengah dihinggapi kesedihan atau masalah,sebenarnya tidak membutuhkan saran,solusi ,atau masukkan dari orang lain. Satu hal yang mereka butuhkan saat itu hanyalah pribadi yang siap untuk  mendengarkan. Tanpa banyak memberikan komentar dan pilihan solusi. Karena sejatinya mereka sendiri telah memiliki solusi atas permasalahnya.

Sad-random-24012675-500-334

Betapa uniknya kita,manusia

Advertisements

3 thoughts on “uniknya kita

  1. ahh apapun itu, sy pilih percaya aja sama riza. yg jelas..copas ya cantik..jazakillah sudah meluangkan waktu tuk menulis…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s