Satu lagi,rutinitas perempuan yang paling tidak ku senangi selain memasak adalah MENJAHIT. Kenapa ?

Pertama,kegiatan yang satu ini berbau sangat feminim
Faktanya aku tidak se-feminim itu untuk melakukannya
Kedua,menyita waktu dan membosankan
Tentu saja kegiatan ini sama sekali tidak cocok dengan ku yang memiliki tingkat kebosanan yang tinggi.
Ketiga,menjahit membutuhkan kesabaran extra.
Aku bukan tipe orang yang sabar dalam menyelesaikan sesuatu.

Yaa,begitulah alasanku kenapa selama ini menolak untuk bersentuhan dengan dunia pen/per-jahitan

Tapi pada suatu ketika,tepatnya kemarin malam,entah kenapa tiba-tiba terbesit dalam hati ini untuk belajar menjahit. #Apa? Aku menjahit?
Ya,benar aku ingin belajar menjahit. Apalagi keinginan ini juga didukung oleh suatu masalah yang tengah menerpaku,yaitu kancing yang lepas dari tempatnya. Mengenai persoalan kancing ini,biasanya sama sekali tidak pernah kuhiraukan. Toh,bagian yang lepas bisa ditutupi dengan peniti. Tapi,saatku genggam pakaian itu,aku merasa saatnya para peniti ini untuk pensiun. Mereka sudah terlalu tua untuk menutupi setiap shaf yang bolong-bolong ini. Ya,aku harus belajar menjahit pakaian sendiri!
Selain kasihan pada peniti,ada satu hal lagi yang membuatku semakin ingin belajar menjahit,yaitu nasib pakaian bolong suami dan anak-anakku nanti,haha… Telah terbayang masa beberapa tahun ke depan,ketika anakku merengek,

”Ummi.. kancing baju sekolahku lepas,tolong jahitin dong,mi!”

“Wah,ummi nggak bisa jahit kancing baju sayang. Kita minta tolong sama mbak yang jahitin baju kamu  aja ya!”

Gubraak… Mau dibawa ke penjahit ? Kalau mau jahit kancing baju mesti bayar berapa ya? Ahh,sudah Ibu-ibu tidak bisa menjahit. Ada-ada saja.,haha…

Itulah alkisah kenapa aku memutuskan belajar menjahit.

Kembali lagi ke settingan waktu awal,kemarin malam
Dengan semangat 45 aku pun langsung searching video tutorial menjahit. Pencarian aku fokuskan pada sewing by hand. Mulai dari teknik yang paling dasar dan sederhana sampai ke teknik yang agak sedikit ribet #ribet menurutku yaa.. Hufh,semalam suntuk,tutorial ini benar-benar menjadi santapan penutup yang membuatku kenyang. Beberapa tutorial juga ada yang ku putar berulang kali. #Maklum sudah mulai agak tua,jadi harus sering diulang.

Keesokan harinya,hari ini
Aku berniat untuk mengimplementasikan apa yang telah ku pelajari.#Ilmu tanpa penerapan,sayang dong. Jadi sia-sia.
So,Pertama-tama,aku mulai mencoba mengatasi permasalahanku,menjahit kancing  yang lepas. Dan Alhamdulillah,ternyata tidak sesulit yang ku bayangkan. Kehororan terhadap dunia per/pen-jahitan yang selama ini ada dalam kamusku,sirna sudah. Next,karena ceritanya sudah mahir #ciee…iseng-iseng aku googling tentang kreasi handmade. Dan ketemulah sebuah website  yang luar biasa lucunya. Di website tersebut,disajikan berbagai tutorial kerajinan dari kain flanel. Ada berupa gantungan kunci,tempat pencil,pin,dsb. Aku pun kepincut dengan si owl. Owl, si tempat handphone. Di antara teman-temannya yang lain,menurutku si owl memiliki tingkat kesulitan yang tidak begitu expert,sehingga untuk pemula seperti ku,owl adalah pilihan yang tepat😀. Dan juga,berhubung di rumah masih ada sisa beberapa kain flanel adikku,sayang kalau disimpan dan berdebu,lebih baik dimanfaatkan. Selain itu,dari pada mesti mengeluarkan modal lagi,lebih baik owl saja,yang semua bahannya sudah tersedia : benang wol,kain flanel,lem fox,kain perca. Eits,ternyata  ada satu lagi yang kurang. Komponen yang paling penting : Jarum wol nya!!! #Haduh masalah ini! Mana uang lagi seret juga. Mau beli pakai apa??

Tiba-tiba,muncul lah seorang perempuan dari balik pintu…

“Kak,buat syal yuk?”
“Syal?? Hmm… Emang bahannya ada?” (berlagak sok bisa membuat syal)
“Enggak ada,kak. Kita beli saja!”
“Beli ya? Hmm… Emang kamu tahu cara buat syal?” (tampang meremehkan)
“Tahu dong! Kan ada tutorialnya di youtube😀 ”
“Ooo…Ya sudah beli saja. Tapi,kakak titip jarum wol yaa..
Kakak mau buat sesuatu dari kain flanel.  Berhubung  baru bisa jahit dan tidak bisa buat syal,kamu aja yang buat. Oke?”
(nyengir)
“Oke deh! Duitnya mana?”
“Pakai duit kamu aja yaa.. yaa…” (dengan tampang memelas dan berharap)
“Dasar.. Ya sudah,nanti dibelikan.”
nb : tulisan bold >> Aku

Allah Maha Mendengar do’a hambanya. Alhamdulillah bisa dapet jarum gratisan #Asiiiik…

Beberapa menit berselang,jarum yang ditunggu-tunggu akhirnya datang. Saatnya operasi flanel!
Perlahan,aku mulai mentransfer seluruh teknik yang telah kupelajari pada jarum . Dan satu per satu,si jarum pun mulai merobek flanel dengan hati-hati.

Kumandang adzan Ashar telah usai dan owl ku pun belum juga selesai. Huaa.. Tidaaak!!!
Butuh waktu yang cukup lama memang bagiku untuk menyelesaikan si owl ini. Bayangkan nyaris 6 jam! Mungkin karena belum terbiasa ,sehingga kadang jariku sering terasa sakit dan capek. Sedangkan untuk mendapatkan kondisi jari yang prima kembali,aku membutuhkan istirahat rata-rata 15-30 menit #kerja 5 menit istirahat 30 menit,hehe..

Karena kasihan melihatku,akhirnya si adik,yang anak kuliahan,langsung menyikat si owl dari tanganku. Mungkin dia juga gemas melihat kerjaanku yang sangat slow motion ini,hehe… Maklum masih amatiran😀

Dan jadilah si Sexy Owl.
Hahaha…

ok

Masih banyak jahitan yang belum rapi karena kecapekan dan bosan #alasaaan…
InsyaAllah pada sesi menjahit berikutnya sudah mulai rapi. Harus sering berlatih lagi🙂

-The End-