Segala sesuatu,tidak ada yang kebetulan. Semuanya telah tertulis dalam kitab lauh mahfudz.

“… Tidak ada sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahuiNya. Tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering,yang tidak tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz).” Al-an’am (6):59

Karena Nya,tepat pukul 12 siang kami memutuskan untuk melaksanakan shalat zuhur di salah satu mesjid yang konon berdasarkan interview dengan beberapa orang yang kami temui di sana,mesjid ini merupakan salah satu mesjid yang terbesar. Bukan juga sebuah kebetulan,ketika mata kami menatap selebaran yang terpampang indah di papan pengumuman mesjid. Sebuah kajian keluarga yang disampaikan oleh ustad Salim A. Fillah. Salim A.Fillah,ustad sekaligus penulis yang terkenal dengan kecerdasan intelektual nya yang luar biasa membingkai kata. Tentu saja kesempatan ini tidak kami sia-siakan.

2 Juni 2013,jalan A.Yani,di salah satu sudut kota,di mana kajian itu diselenggarakan.
Memasuki gedung tempat diselenggarakannya kajian,kami pun disuguhkan dengan bazar buku yang subhanallah luar biasa. Sekali merangkuh dayung,dua tiga pulau terlampaui. Kesempatan yang sayang untuk dilewatkan. Memanfaatkan waktu menjelang acara dimulai,kami pun dengan lincah mengemasi beberapi buku dengan harga miring tersebut. #Lumayan dapat banyak

Tepat ba’da ashr,kajian pun dimulai.
Dipandu oleh seorang moderator,yang menurut ku wajahnya sangat familiar #Mungkin hanya mirip atau halusinasi ku saja, acara itu dibuka dengan hangat. Di atas panggung kini telah ada dua orang pria. Satu moderator dan satu lagi… Subhanallah, ustad yang selama ini ku kenal hanya melalui tulisan-tulisannya,kini hadir di depanku. MasyaAllah betapa teduhnya wajah beliau. Ustad Salim A. Fillah. Berharap kelak akan mendapatkan pendamping seperti ustad Salim. Amin😀

Kajian yang bertemakan Generasi Harapan Peradaban islam (Ciri dan Cara mendidik Anak) ini,sangat disayangkan jika berlalu begitu saja. Nah,kali ini sedikit aku ingin membagikan beberapa poin yang sempat tercatat dalam note ku,walaupun tidak banyak. Maklum karena terbuai dengan keindahan kata beliau,sehingga terkadang lupa menggoreskan pena sendiri. haha

• Jangan wariskan atau tinggalkan anak kita dengan harta dan kekayaan,tapi   wariskanlah kepada mereka ketaqwaan dan kejujuran
• Ketika lisan seseorang telah lurus,maka hatinya akan lurus,dan akhlak serta amalannya pun akan lurus pula
• Jika seseorang itu jujur,maka Allah sendirilah yang akan meluruskan akhlak perbuatan serta amalan-amalannya
• Jiwa yang keruh karena renggutan yang kasar,tidak akan bisa hilang
• Kemampuan bersyukur merupakan karunia Allah yang lebih besar dari nikmat yang besar yang diberikanNya
• Anak diberikan Allah kepada kita,orang tua,sebagai 3 hal,yaitu sebagai nikmat,amanah,serta fitnah
• Tugas orang tua bukan mengawasi anak. Tapi menanamkan kepadanya bahwa Allah senantiasa mengawasinya

Ini hanya merupakan segelintir penjelasan yang sempat ku terjemahkan kedalam oretan ku. Tentunya masih banyak hal lain yang lebih luar biasa. Sayangnya sinyal ku tidak cukup kuat untuk mengingat kembali apa yang tidak tertuliskan.

Berbagai kekeliuran orang tua dalam mendidik anak yang membawa efek buruk pada pribadi si anak ketika dewasa,insyaAllah akan coba ku tuliskan #mengingat sisa-sisa penjelasan yang masih lengket di otak