Bidadari-bidadari surga Kata-kata itu dengan sigap mencuri perhatianku yang sempat melayang-layang di keramaian pagi itu. Mataku begitu lama terpaku pada kata-kata tersebut. Hingga ku tersadar si pemliknya telah berada di sampingku.

Aku tersenyum bahagia. Senyuman kebahagian untuk pemiliknya. Aku memperkirakan ia masih SMA,berdasarkan seragam yang ia kenakan. Dan tebakanku benar. Dia mengakhiri perjalanan singkat pagi itu di depan salah satu gerbang SMA di kota Padang.

Betapa bahagia dan bangganya diriku,melihat generasi yang cerdas. Cerdas dalam memilih bacaan. Andaikan diriku dan semua pemuda/i lainnya memiliki kemampuan yang sama untuk memilih bacaan yang tepat. Insyaallah,perubahan yang kita inginkan terhadap bangsa ini akan terwujud.

Sedikit aku berhasil mencuri bagian yang sedang ia baca. “Keutamaan wanita dunia di bandingkan bidadari surga.” Seketika dadaku terasa sesak,entah perasaan apa yang berdiam dalam hati ini. Seakan kata-kata itu membanjiri pembuluh darahku.

Perasaan bahagia. Siapa yang tidak bahagia ketika ia mengetahui bahwa dirinya lebih agung dibandingkan makhluk lainnya,bahkan bidadari surga sekalipun. Makhluk yang dijamin Allah kesuciannya. Namun sudahkah kita memahami keutamaan yang diberikan Allah itu, wahai diri dan saudariku?

Di sisi lain,perasaan tidak pantas pun menghampiriku.Betapa hinanya kita jika dibandingkan dengan bidadari surga. Mari kita bercermin pada potret kehidupan kita,wanita saat ini. Teman-teman kita,saudara-saudara kita yang dengan mudahnya menjual kesucian mereka untuk kesenangan dunia. Naudzubillahi mindzalik. Pantaskah kita disamakan dengan bidadari surga,wahai diri dan saudariku?

Ingatlah saudariku,ketika kita mampu menjaga kesucian dan izzah sebagai seorang wanita,kelak bidadari surgapun akan cemburu kepada kita.

Jagalah izzah wahai diri dan saudariku,semoga nanti kita bisa bertemu dengan bidadari surga dan menjadi bidadari yang terindah nantinya,Amin

Pelajaran untuk diriku dan semua saudariku