Dinginnya udara pagi,diawali oleh kesibukkan dunia di sebuah negeri dongeng,di sana berjuta harapan,cita-cita,bahkan keputusasaan digantungkan,tiba-tiba sontak dihangatkan oleh kata-kata yang secara sengaja kubiarkan terbang menghiasi langit pagi itu. Sebuah obrolan singkat yang penuh makna.

Beragam ekspresi dan reaksi yang ditimbulkan oleh dua kata ajaib.Sangat sensitif,namun menarik untuk diperbincangkan (bagiku).

Nikah dan Muda

Senyuman menghiasi wajahku membayangkan kedua kata itu digabungkan dalam sebuah frasa. Inilah topik yang sedang aku perbincangkan dengan beberapa teman yang duduk berdekatan dengan ku.

Banyak opini yang menghujani perbincangan pagi itu. Beberapa opini yang masih jelas tersimpan dalam memori ingatanku,diantaranya :

–  Nikah muda itu menyenangkan. Dengan menikah motivasi dan prestasi kita akan menigkat. Menurut mereka yang telah menjalaninya,begitu

–  Emosi sesaat,keinginan untuk nikah muda. Selagi kita masih bisa mengontrolnya,itu masih dikelompokkan emosi sesaat

–  Nikah itu bukan seperti yang kita bayangkan. Jangan bayangkan senangnya saja.  1% adalah kebahagian dan lebihnya……….. jadi kita harus siap secara mental,materi,dan segalanya sebelum menikah. Kesuksesan pribadipun harus kita raih sebelum menikah.

–  Wah, pengen rasanya nikah muda. Kalau udah ada calon,tinggal ajukan proposal ke Allah SWT. Tapi,sayangnya sosok dia belum terbayangkan dalam pikiranku.

Yah… Setiap orang memiliki argumennya masing-masing. Dan menurut kamu?

Selain itu beberapa ekspresi sempat aku abadikan dalam kamera pikiranku. Ada  yang senyam-senyum dengan berjuta imajinasi terpancar dari wajahnya (aku berada dalam kategori ini.haha…) ,bahkan ada yang terkejut dan sedikit tidak percaya,dan ada juga yang hanya diam  dengan senyuman kecil yang cukup memberikan gambaran padaku apa yang mereka pikirkan.

Sajian obrolan pagi itupun berakhir,dimana

aku masih terjebak dalam berjuta pertanyaan.

***

Kembali aku tersenyum. Mencoba mencerna beberapa kata yang melayang  dalam planet tanpa gravitasi ini. Hingga saat jemari ini merangkai kata yang kutulis,dua kata yang membuat hatiku bergetar,kini masih melayang dalam angkasa otakku.

Nikah? Di usia yang muda lagi

Entah apa yang membuatku memikirkan hal ini pada usia ku yang tergolong masih muda.

Apakah ini bermula ketika aku menyapa sosok orang tua yang tersenyum padaku pagi itu? Yang kurasa telah begitu dekat ,hingga aku merasakan ada ikatan kekeluargaan dengannya.

Ataukah berawal dari sebuah buku yang kubaca,menceritakan kisah seseorang yang menyegerakan pernikahan saat masih dalam masa perkuliahannya.

Mungkinkah ini berawal dari sebuah candaan seseorang yang kuharapkan kata-kata itu diutarakan padaku. Bukan hanya “Andaikan aku ingin……………………………….”

Allah,you knows all thing,even in my heart