Siang itu

Di Perpustakaan Bung Hatta

Aku merasakan medan magnet begitu kuat,membuatku tidak bisa melepaskan tarikannya. Pandanganku tertuju pada sekelompok remaja,arah timur posisiku saat itu. Mengamati dan berusaha mencuri sedikit perbincangan mereka,itulah yang ku lakukan .

Canda,Tawa,Cinta dan Musik,empat kata yang sempat terlintas dan berdiam di otakku.  Hidup ini seakan indah,seindah lantunan musik .Memang terlihat tidak ada beban. Pemikiran tentang masa depan yang masih abu-abu. Jalani semua apa adanya,mungkin baru itu yang terlintas dipikiran mereka.

Pandanganku pun beralih pada sesosok perempuan yang mungkin pantas ku sebut kakak. Tepat berada  1 meter disebelah kananku. Perempuan  yang telah menyapaku di  perpustakaan tadi.

Tatapannya penuh makna ,jauh menembus galaksi.  Tumpukan kertas menemani kesendiriannya. Entah apa itu,mungkin beberapa dokumen penting,i guess. Sekilas aku memperhatikan si kakak,dan akupun berusaha menyibukkan diri.

Rinnnnnnnng….(Incoming call)

………………………………….

“Waalaikum salam,terima kasih ya”

Percakapan yang berlangsung kira-kira 10 menit itu,berhasil mengubah raut wajah si kakak.Ketenangan dan kedamaian yang kulihat beberapa waktu yang lalu,sirna. Sesekali dia melemparkan pandangan ke arah kota dan menggenggam erat dokumen tersebut. Terlihat panggilan tadi menambah beban dalam pikrannya

Dua kondisi yang sangat kontras

Aku terus menuntun jemariku,merangkai kata yang menari-nari di otakku ,hingga terhenti pada satu kata HIDUP. Sejenak kuberpikir,akan kah hidup selamanya indah ataukah selalu diterjang oleh kesedihan dan kepedihan. Aku disini,masih mencari makna hidup. Hanya tatapan kosong yang dapat kuberikan pada langit dan bertanya bagaimana sesungguhnya kehidupan itu?