Bukan seseorang yang memiliki bakat menulis,turunan darah seorang penulis,apalagi berdarah biru. Tekad ingin mencoba  memasuki dunia penulis,itulah modal satu-satunya

04:00 PM

Keasyikan ngebaca blog orang lain,aku jadi kepikiran ,kenapa enggak coba ngelakuin hal yang sama.  #dalem hati : aku juga bisa kok bikin tulisan sebagus mereka,malahan ntar mereka juga bakalan baca blog aku dan terkagum-kagum kayak  aku ngebaca blog mereka.hahaha #ngarep

Berkelana ke peradaban masa lampau~

Pertama kali aku bisa menulis waktu SD kelas 1. Pertama kali tulisanku dibukukan dalam sebuah modul Bahasa Indonesia SD kelas 6. Pertama kali aku membuat karangan lebih dari 10 halaman SMA kelas 3. Lalu SMP? Apakah aku tidak pernah menulis?

Bahasa Indonesia,identik dengan 4 hal : MENULIS,membaca,mendengarkan,berbicara.  KD 12 indikator 12.1 Menulis karangan. Apa? Karangan? Walaupun aku selalu mendapatkan nilai rata-rata Bahasa Indonesia yang lebih tinggi dari pelajaran lainnya sejak sekolah dasar,bukan berarti aku sangat menguasai Bahasa Indonesia. Ku akui,aku sering mengalami gangguan dalam menulis sebuah karangan..

Karangan? Tentang apa? Otak ku diperas,seakan dipaksa untuk mengeluarkan seluruh ide dan imajinasi yang  tersimpan di unknown folder. Tapi itu semua percuma,berjam-jam aku berusaha,sampai akhirnya aku menempati ruangan kecil di lantai 2 rumahku. Nihil.

Namun secercah harapan muncul,ketika aku menatap wajah adikku yang baru saja kembali dari sekolahan. Seakan wajahnya berkata kepadaku,”ini loh yang dari tadi kamu tunggu-tunggu.” Yah, beberapa hari yang lalu dia pernah menceritakan pengalaman yang menggelikan,dia alami. Aku ingat itu. Awalnya aku berfikir untuk membuat pengalaman diriku pribadi,Tapi,ah terlalu biasa,lagian orang lain yang bersama ku pada TKP pastinya tau,dan mungkin mereka juga telah mempublikasikan pada yang lain. Udah basi,enggak baik dikonsumsi lagi. Aku putuskan untuk mengangkat pengalaman pahit yang penuh suka dan duka adikku di sekolahan,sebagai maha karya yang tiada tandingannya.Kalau boleh jujur,sayangnya saya tidak boleh jujur ya,agak unik,konyol,dan mungkin langka #peristiwa zaman Romawi kuno. Tapi apa boleh buat,dari pada tugas enggak kelar.

Aku mulai menuntun jemariku menari-nari di atas keybord# bukan keybord piano, berpacu dengan waktu #sebelumnya,aku mengucapkan terima kasih kepada Microsoft yang turut andil menyukseskan tugasku ini.

08:00 PM

Rata-rata kecepatan ku dalam menulis sebuah kalimat baru tergolong agak lambat,sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama. Aku meminta adik ku terus bercerita sembari aku menulis ketikan. Hal ini semata-mata untuk mempermudahku dalam penulisan dan menjaga keorsinilan cerita,langsung dari tokoh utamanya. 3 jam perjalanan panjang ini pun berakhir #jika diibaratkan  berkendara dari Bukittinggi-Padang,panjangnya perjalanan. Beberapa lembaran awan telah di-/menghiasi langit biru,akhirnya selesai ku buat (awan putih stand for  lembaran kertas tugas,biru langit cover#ceritanya).

~ Hari Baru Semangat Baru

Begitu semangat ke sekolahan. Tugas di tangan,nilai no problemo. Intinya,itu tugas udah kelar,bagaimana isinya who knows (masih fresh,bagaimaa pola pikir ku 2 tahun lalu,seragam putih abu-abu). Di ruangan kira-kira 8 x 10 #memang tidak terlalu besar tapi bisa menampung 17 orang,sepintas pandangan tertuju pada ku,saat detik-detik melewati daerah perbatasan koridor dan ruang kelas,seolah-olah  ada makhluk aneh yang muncul terlintas pada program komputer mereka.

Seorang teman mendekatiku,dengan senyuman yang mempesona menambah kesejukan pagi itu,menanyakan  proyek besarku,sukseskah. Aku malu membaginya kepada mereka,sesungguhnya. Karangan yang sembrautan,enggak karuan,uring-uringan deh pokok nya. Asal jadi,asal Ibuk senang. #adopsi dari kata-kata asal Bapak senangzaman Pak Soeharto

Di pojok kelas,senyuman-senyuman kecil,mengundang penasaran. hmm.. “Lumayan kok,tapi pemilihan diksinya aja yang kurang bagus,terlalu seperti bahasa sehari-hari kamu ngomong”,salah satu komentar .

Cerita masa lalu. Aku belajar kalau siapan pun bisa menjadi penulis,enggak peduli apakah dia memiliki bakat apa enggak. Bakat itu bisa muncul kok,kapan aja#menurutku. There is a will,there is a way. Sekali kita menulis,biarkan mengalir,jangan hiraukan bagaimana hasilnya nanti,yang terpenting PROSES.