Islam

Generasi Penerus Amrah binti Abdurrahman. Siap?

بسم الله الر حمن الر حيم

Alhamdulillah dengan izin Allah ‘azza wa jalla, hari ini telah lahir ke dunia, bidadari ke dua dari salah seorang gurunda.  Dari broadcast yang beliau sampaikan melalui jejaring sosial, ada sesuatu yang menarik yang kemudian membuat ana kepo dan langsung menelusurinya lebih jauh, hehe…  Kepo dengan sosok dibalik nama yang sebelumnya belum pernah ana dengar, tetapi  feeling berkata, beliau pernah hadir pada masa-masa awal keberadaan Islam. ‘Amrah adalah nama yang gurunda beserta suami pilihkan untuk putri ke dua mereka. Continue reading “Generasi Penerus Amrah binti Abdurrahman. Siap?”

Islam

Kematian tanpa Kompromi

بسم الله الر حمن الر حيم

” Sungguh, kematian bukanlah sesuatu yang dapat dikompromikan.
Sesuatu yang tak dapat menanti, meski kita memohon dengan sangat perpanjangan waktu barang sebentar “

Ba’da subuh hari ini, sebuah kabar duka mengejutkan kami sekeluarga.  Pengurus masjid mengudarakan kabar bahwa ada salah seorang dari warga kami yang meninggal dunia. Namun, ana tidak berpikir bahwa yang dimaksud adalah fulanah. Kabar yang tak disangka-sangka datang dari salah seorang tetangga persis berada di hadapan rumah kami. Innalillahi wa innailaihi roji’uun. Fulanah, beliau yang masih jelas dalam penglihatan dan ingatan ana merupakan sosok yang selalu hadir di masjid selama bulan Ramadhan. Bahkan kemarin, beliau masih mendirikan shalat maghrib berjama’ah di masjid. Dan kini, beliaupun akan kembali ke masjid, melangkah ke masjid. Akan tetapi bukan untuk mendirikan shalat, namun dishalatkan. Bukan melangkah menggunakan kaki beliau sendiri, namun ditopang di atas pembaringan terakhir. Allahumma fir laha warhamha, wa’aafiha, wa’fu ‘anha.. Continue reading “Kematian tanpa Kompromi”

Islam

Frekuensi yang Tak lagi Sama

بسم الله الر حمن الر حيم

Ruh itu seperti tentara. Ada sandi di antara mereka.Jika sandi telah dikenali, tak perlu banyak lagi yang diketahui. Cukup itu saja. Mereka akan bersepakat. Mereka adalah sekawan dan sepihak. Mereka akan bergerak untuk satu tujuan yang diyakini. Jadi apakah yang menjadi sandi di antara para ruh? Iman. Tentu saja. Kadar-kadarnya akan menerbitkan gelombang frekuensi yang sama . Jika tak serupa, jika sandinya tidak diterima, ia telah berbeda dan sejak awal tak hendak menyatu.
– Ust. Salim A. Fillah

Kutipan ini ana jumpai pada salah satu tulisan al-ustadz yang bertemakan tentang pernikahan. Namun, barisan kalimat tersebut ana rasa tidak hanya berlaku ketika kita mencoba menemukan kesejiwaan pada calon teman hidup saja. Dalam interaksi di kehidupan sehari-hari pun kita butuh kesejiwaan.
Continue reading “Frekuensi yang Tak lagi Sama”

Bidan · Islam

being a Doula

بسم الله الر حمن الر حيم

Keberadaan Doula sebetulnya sudah hadir sejak lama dan berkembang di luar negeri. Namun di Indonesia, istilah ini baru-baru saja mulai menjadi tren, terkhusus di kalangan ibu-ibu hamil yang tengah mempersiapkan proses persalinannya. Doula yang dalam bahasa sederhana dapat diartikan  sebagai pendamping persalinan atau yang mendampingi ibu selama kehamilan, pada dasarnya merupakan satu hal yang tidak bisa dipisahkan dari sosok seorang bidan. Ketika menjadi bidan, otomatis kita juga berperan sebagai pendamping selama kehamilan serta persalinan, bukan hanya penolong persalinan saja. Namun mengingat dengan begitu banyaknya tugas yang diemban oleh seorang bidan (bagi teman-teman bidan tentu paham akan hal ini), kehadiran Doula menjadi sosok baru yang bisa dijadikan sebagai salah satu alternatif untuk dapat membantu meringankan tugas bidan dalam memberikan asuhan.

Siapapun sebetulnya bisa menjadi Doula, tidak hanya mereka yang memang sengaja mengikuti pelatihannya. Termasuk suami, keluarga, teman pun bisa menjadi Doula. Dan, baru saja kemarin ana berkesempatan menjadi seorang Doula, not being a Midwife, hehe.. Continue reading “being a Doula”

Islam

[Catatan Ramadhan] Kebaikan 6 Pemuda, Semoga Berpahala

بسم الله الر حمن الر حيم

Ramadhan kali ini ada hal yang secara tak sengaja tiba-tiba hadir dan membuat begitu penasaran sedari awal. Mungkin bukanlah sesuatu yang penting. Tetapi anehnya ia cukup bisa menarik perhatian ana setiap kali terbangun dari kematian sementara. Alhamdulillah pada hari ke 20 Ramadhan ini, semua rasa penasaran itu terjawab.

***

Setiap bulan Ramadhan ada satu aktifitas yang di beberapa daerah masih terus berjalan, yakni hadirnya sekumpulan anak muda atau anak-anak yang berkeliling rumah penduduk untuk membangunkan sahur. Aktifitas ini alhamdulillah juga masih terus membumi di daerah tempat ana tinggal dan menjadi salah satu hal yang selalu dirindukan pada saat Ramadhan. Continue reading “[Catatan Ramadhan] Kebaikan 6 Pemuda, Semoga Berpahala”

Islam

[Juz 1 dan 2] Panggilan Allah untuk kita yg Beriman

بسم الله الر حمن الر حيم

Dalam kajian tafsir Al-Qur’an, ust. Hidayatullah,MA pernah menyampaikan sebuah perkataan dari salah seorang sahabat Nabi yang mengatakan bahwa di dalam Al-Quran terdapat sekitar lebih dari 80 ayat diawali dengan kalimat يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا (wahai orang-orang yang beriman). Sebuah panggilan Allah kepada kita, yang khusus diperuntukkan bagi orang-orang beriman. Oleh karenanya, ketika kita menjumpai ayat Al-Qur’an yang dibuka dengan يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا , maka perhatikan dan simaklah baik-baik!

Apa yang disampaikan oleh al-ustadz ketika itu, membuat ana tertarik untuk menghimpun ayat-ayat Al-Qur’an yang memanggil kita dengan panggilan mesra ini, wahai orang-orang yang beriman. Dan berikut beberapa ayat yang ana temukan pada juz 1 dan 2

superthumbSumber gambar di sini
Continue reading “[Juz 1 dan 2] Panggilan Allah untuk kita yg Beriman”

Islam

Bidan juga [harus] paham Ad-din

بسم الله الر حمن الر حيم

Bu darah nifas apakah harus 40 hari? Kalau SC kan cepat berhenti darahnya,apa boleh sholat sebelum 40 hari setelah melahirkan?

Pertanyaan ini pernah diajukan oleh salah seorang ibu hamil kepada kami. Sebuah pertanyaan yang membuat ana agak mengalami kebingungan dalam menjawabnya.

***

Dalam dunia kebidanan, kami memahami bahwa masa nifas itu akan berlangsung lebih kurang 6 pekan lamanya, terhitung semenjak plasenta lahir hingga organ kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Ketika seorang ibu berada dalam keadaan nifas, ia akan mengeluarkan darah yang merupakan sisa jaringan selama hamil yang ada dalam rahim. Namun, darah yang dikeluarkan ini tidak selamanya akan berlangsung hingga 6 pekan. Ada tingkatan mulai dari yang betul-betul darah sampai kemudian perlahan berubah warna menjadi cairan bewarna putih, di mana keseluruhan proses ini akan berlangsung rata-rata  2 pekan.

Dari sisi medis, tentu seorang bidan insyaAllah telah paham tentang proses ini. Lalu bagaimana keterkaitannya dengan syari’at? Apakah bidan cukup, mencukupkan diri dengan pengetahuan kebidanannya saja, atau sudah seharusnya seorang bidan juga menguasai petunjuk syari’at yang berkaitan dengan ilmu tersebut? Continue reading “Bidan juga [harus] paham Ad-din”